Home Berita Permainan Tradisional Bangun Karakter Anak

Permainan Tradisional Bangun Karakter Anak

68
0
SHARE
7LMAIN-FOTO.jpg
KARAKTER: Tim yang penggagas permainan anak untuk membangun karakter.(Tiras.co/Ist)

JOGJA, tiras.co – Perkembangan karakter anak tidaklah muncul secara spontan. Ada proses yang dialami, salah satunya fase perkembangan. Masa perkembangan karakter yang paling awal yaitu usia dini. Penting bagi orangtua memperhatikan pembentukan karakter anak usia dini yang mereka miliki, salah satunya lewat bermain.
Bermain akan membentuk karakter anak atau siswa. Banyak guru mengeluhkan perilaku peserta didik yang enggan memanfaatkan waktu senggang untuk beraktivitas jasmani dan hanya bermain gajet. Selain itu, karakter positif seperti sopan santun, tata krama dan penggunaan bahasa yang baik tidak diterapkan dalam gajet.
Hal ini menjadikan keprihatinan bagi mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta yang berinisiatif membangun karakter siswa melalui permainan tradisional. Mereka, Vida Nur Ardiyanti, Muhammad Fauzan, Heri Prasetyo dan Anida Purwandari dari Prodi PGSD Pendidikan Jasmani serta Risma Prihatini dari Pendidikan Kewarganegaraan dan Hukum.
Menurut Vida alasan memilih permainan tradisional karena permainan tersebut sederhana dan menarik minat peserta didik serta mengandung banyak character building. Permainan tradisional dapat menjadi sarana pembangun karakter, karena terdapat pesan moral yang terkandung di dalamnya berupa nyanyian, gerakan.

Kebugaran Jasmani
Selain itu aktivitas fisik anak sangat diperlukan untuk kebugaran jasmaninya. Dengan bermain permainan tradisional anak akan melakukan kegiatan fisik sekaligus bersosialisasi. Selain itu permainan tradisional dapat menumbuhkan karakter anak melalui kandungan nilai Pancasila yang dapat di ambil di berbagai macam permainan tradisional.
”Pengenalan kegiatan ini dilaksanakan secara daring di SDN Klegen, Sendangsari, Pengasih Kulonprogo. Selama ini pembelajaran pendidikan jasmani yang dilakukan hanya didampingi oleh guru kelas sehingga aktivitas olahraga yang dilakukan hanya sebatas melakukan aktivitas fisik saja tanpa ada maknanya,” imbuh Muhammad.
Ia dan teman-temannya memberi pelatihan terhadap guru agar ketika kondisi kembali normal dapat diterapkan pada peserta didik. Pelatihan dan pendampingan yang dilaksanakan yakni memberikan informasi mengenai permainan tradisional dan mengemas kegiatan melalui ekstrakulikuler.
Metode pelaksanaan program dengan mengadakan sosialisasi, pemberian modul dan pelatihan secara virtual menggunakan platform zoom, google classrrom dan google meet. Kegiatan ini berhasil meraih dana Dikti dalam Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian Pada Masyarakat tahun 2020.
yudhistira

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here