Home Berita Perlunya Pertimbangkan Adanya Materi Penilaian Aset Benda Seni

Perlunya Pertimbangkan Adanya Materi Penilaian Aset Benda Seni

359
0
SHARE

JOGJA, tiras.co – Kurator seni rupa Mikke Susanto menilai jurusan manajemen atau tata kelola seni perlu mempertimbangkan adanya materi penilaian aset benda-benda seni. Ini mengingat pada masa depan orang akan membutuhkan karya seni.

“Setiap negara akan berupaya menjadi kolektor atas hasil-hasil kebudayaan dunia,” katanya saat menempuh ujian program doktor di Sekolah Pascasarjana UGM, Jumat (11/1/2019).

Ia mempertahankan disertanyanya berjudul Pengembangan Indikator-indikator Penetapan Harga Lukisan pada Panduan Penilaian Kolekso Karya Seni Istana Kepersidenan RI dan Implikasinya terhadap Wacana Seni. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan menjelaskan faktor-faktor yang melatari adanya penguatan panduan penilaian koleksi. Adapun manfaat yang diharapkan untuk memberikan kontribusi dalam bidang seni rupa, khususnya dalam hal manajemen penilaian aset benda-benda seni.

Staf pengajar Fakultas Seni Rupa ISI Yogyakarta ini sebelumnya menyebutkan, penilaian aset benda seni yang dilakukan Kementerian Sekretaris Negara RI perlu dimengerti sebagai bagian dari agenda kebudayaan, bukan semata agenda ekonomi. Benda seni yang dinilai pun sejatinya sebagai hasil warisan kebudayaan, tidak dijual-belikan.

Karena alasan itulah, penilaian aset atau penetapan harga yang dilakukan harus didasari pula oleh pengetahuan budaya yang mengikutinya. Diluar sebagai warisan budaya, kata Mikke Susanto, lukisan koleksi Istana menyuguhkan materi yang berdimensi historis. Salah satu di antaranya untuk menyegarkan kembali pelajaran tentang sejarah bangsa-bangsa maupun kearifan lokal Indonesia.

“Sebab-sebab inilah menjadikan lukisan koleksi Istana Presiden wajib dilestarikan dan disosialisaikan, termasuk bila perlu didaftarkan sebagai warisan budaya dunia (UNESCO),” ujarnya. bambang sk

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here