Home Berita Perlu Edukasi Investasi Bursa Berjangka

Perlu Edukasi Investasi Bursa Berjangka

469
0
SHARE

JOGJA, tiras.co – Kondisi ekonomi masyarakat Yogyakarta cukup baik dan banyak yang dapat berinvestasi dengan pola bursa berjangka. Namun karena kurangnya pemahaman mengenai praktik tersebut sehingga masih sedikit yang berusaha di bidang tersebut.

“Karena itu perlu edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya berinvestasi dengan model bursa berjangka untuk mengangkat perekonomian nasional,” ujar Kepala Divisi Investasi Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) Lukas Louw, kemarin.
Ia menyampaikan hal itu pada media workshop bertema “Peran PT Bursa Berjangka Jakarta dan PT Kliring Berjangka Indonesia dalam Industri Perdagangan Berjangka Komoditi” di Gedung Rifan Financindo Berjangka, Jalan Laksda Adisucipto, Babarsari, Yogyakarta.

Pada kesempatan tersebut ia mengajak masyarakat menginvestasikan dana di perdagangan berjangka yang dikelola kantor pialang nasional. Hal ini guna menggenjot jumlah investor dan dana pengelolaan investor. Mereka yang berinvestasi tentunya yang secara ekonomi sudah mapan dan bukan untuk memperoleh pendapatan primer karena faktor risikonya sangat tinggi.

Lukas menjelaskan selama enam bulan terakhir jumlah transaksi mencapai 700.000-an lot kontrak berjangka. Jumlah itu masih sangat kecil dibandingkan dengan Malaysia yang menjadi pusat transaksi komoditas berjangka terbesar khususnya CPO yang mencapai 50.000 lot kontrak berjangka dalam sehari atau sebulan sekitar satu juta juta lot.

Transaksi Legal

Narasumber lain, Direktur PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI) Agung Rihayanto menambahkan pentingnya edukasi bursa berjangka agar masyarakat melakukan transaksi secara legal. Banyak yang tidak mengetahui hal itu dan asal transaksi, akibatnya kerugianlah yang diperoleh.

Ia mengingatkan hal itu karena ada broker yang berusaha mendekati mereka yang berpotensi secara ekonomi untuk melakukan transaksi berjangka melalui pialang luar negeri. Jadilah dana yang bisa untuk mendongkrak perekonomian nasional malah lari ke luar negeri.

“Ketika perdagangan berjangka dilakukan oleh perusahaan asing, negara tidak akan memperoleh pajak dan menutup kesempatan terbukanya lapangan pekerjaan di Indonesia. Di sinilah pentingnya edukasi kepada masyarakat,” tandasnya.

Pimpinan Cabang Rifan Financindo Berjangka Yogyakarta, Dewi Diananingrum menambahkan transaksi perdagangan bursa berjangka di Indonesia masih sangat minimal. Berbeda jauh dengan Thailand dan Vietnam bahkan Myanmar yang otoritas perdagangannya tergolong muda. Ia berharap masyarakat mau belajar dan memahami perdagangan berjangka karena meskipun faktor risiko tinggi tetapi keuntungan juga tinggi.

yudhistira

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here