Home Berita Perempuan Dituntut Adaptasi Agar Tak Terlindas Zaman

Perempuan Dituntut Adaptasi Agar Tak Terlindas Zaman

454
0
SHARE

JOGJA, tiras.co – Rektor Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Yogyakarta Prof Dr Ir Sari Bahagiarti K.MSc mengatakan, perempuan di era disrupsi ini dituntut dapat beradaptasi agar tidak terlindas zaman.

“Perempuan harus berubah, aktif dan kreatif supaya tidak terlindas zaman,” ujarnya dalam Diskusi Kebangsaan XIV bertema “Perempuan Pelestari Pancasila” di Hotel Sri Wedari, Yogyakarta, Senin (23/4/2018). Acara diselenggarakan Paguyuban Wartawan Sepuh (PWS) Yogyakarta, menampilkan pula pembicara Ketua STIKES Wira Husada Dr Ning Rintiswati MKes, dan anggota DPR MPR RI Drs HM Idham Samawi.

Menurut Prof Sari, dalam menghadapi teknologi digital yang bersifat desruptif atau tidak memberikan kepastian dan perubahannya tidak terduga, perempuan harus mempu beradaptasi agar tidak terlindas teknologi dan zaman. Perempuan harus mampu memberdayakan potensi dirinya, mewujudkan kebutuhan akan prestasi, dan mengaktualisasikan motivasi intelektualnya. “Jangan selalu terbelenggu dalam rutinitas rumah tangga,” katanya.

Ia menyatakan revolusi industri 4.0 harus dihadapi kaum perempuan yang memiliki tanggungjawab tugas domestik (kerumahtanggaan) dan non-domestik (tugas kemasyarakatan). Peran perempuan di luar rumah tangga atau wanita karir di pendidikan, penelitian, sosial, kemasyarakat, politik, bisnis, teknologi rekayasa harus bersifat inovatif pada era disruptif ini.

Menurutnya, persoalan emansipasi dan perjuangan keseteraan lelaki dan perempuan sebagaimana RA Kartini memperjuangkan telah selesai. “Ini menjadi masa lalu. Peran perempuan lebih aktual dalam era revolusi teknologi digital perlu lebih jelas. Potensi ekonomi, politik, sosial, teknologi dari kaum perempuan telah tersedia.”

Peran perempuan saat ini, lanjutnya, bagaimana mengawal menuju Indonesia emas, dalam kapasitas perempuan pendidik, politisi, pebisnis, mediator, motivator dan peran lainnya. Untuk itu, perempuan di era disrupsi ini harus berperan dalam masyarakat, sosial, budaya, ekonomi dan politik. Selama ini diakui, perempuan belum manfaatkan optimal, ada pola patriarki yang belum sepenuhnya terkikis.

Meski demikian diyakini, perempuan akan mampu mengawal bangsa ini memasuki era disrupsi menuju Indonesis Emas. “Karena (perempuan) memiliki semua potensi yang diperlukan sebagai pendidik, inspirator, motivator, mediator dan eksekutor,” sebutnya.

bambang sk

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here