Percepatan Vaksinasi Perlu Ditopang Anggaran

28huda
JUMPA PERS: Anggota DPRD DIY Huda Tri Yudiana saat memberikan keterangan pers. (Sorot.co/Bambang SK)

JOGJA, tiras.co – Wakil Ketua DPRD DIY Huda Tri Yudiana memahami percepatan vaksinasi Covid-19 di DI Yogyakarta menjadi kesepakatan dan tujuan bersama yang sangat urgen dilaksanakan. Akhir Oktober DIY targetkan bersama vaksinasi selesai dilakukan sesuai target, sekitar 2.8 juta penduduk DIY.
“Saat ini vaksinasi harian rata- rata 34.000 orang per hari yang dilakukan secara gotong royong oleh berbagai pihak. Pemerintah daerah, TNI/Polri, pengusaha, relawan, LSM, dan berbagai fihak lain. Vaksinasi massal diselenggarakan di berbagai tempat, tapi rata- rata di di area perkotaan yang mudah akses dan pembiayaannya,” sebut Huda, Jumat (27/8/2021).
Menurutnya masalah utama dari vaksinasi ini adalah kurangnya anggaran operasional, sehingga perlu menggandeng pengusaha atau sponsor yang bisa membiayai penyelenggaraan. Terutama vaksinasi yang diselengarakan TNI/Polri, biaya operasional belum disediakan pemerintah pusat. Sehingga TNI/ Polri full gotong royong.
“Kami sangat mengapresiasi dedikasi dan gotong royong rekan rekan TNI/Polri, tetapi jumlah yang sangat banyak tentunya cukup memberatkan, apalagi dengan target waktu yang singkat. Kita juga sangat berkepentingan untuk pemerataan vaksinasi ke pelosok-pelosok secepatnya, sehingga persebarannya merata mengejar target akhir Oktober,” katanya.
Terkait hal tersebut Pemda DIY maupun kabupaten/ kota sangat perlu menganggarkan operasional vaksinasi dalam perubahan anggaran ini secepatnya dan secukupnya. Secara teknis bisa dalam BTT atau mata anggaran lain yang luwes. “Kami sangat mengapresiasi dan menghargai dedikasi dan gotong royong berbagai pihak seperti yang sudah berlangsung saat ini, tetapi percepatan dan pemerataan butuh dukungan anggaran yang cukup,” tambahnya.
Besaran anggaran penyelenggaraan vaksinasi massal per orang perlu 35 ribu untuk sekali suntik sehingga perlu 70 ribu untuk vaksin pertama dan kedua. Jika diselenggarakan melalui fasilitas kesehatan atau sentra vaksin bisa diefisiensi menjadi 15 ribu untuk sekali suntik atau 30 ribu untuk dua kali vaksin. Angka ini perlu segera dihitung total kebutuhan anggarannya. Gabungan metode sentra vaksin lmaupun vaksinasi massal. Penganggaran ini mesti dikoordinasikan dengan kabupaten/ kota, TNI/Polri maupun Pemda DIY.
Menurutnya DPRD DIY akan berusaha memfasilitasi pertemuan koordinasi tersebut secepatnya sebagai komitmen dukungan percepatan vaksinasi. Selain itu pihaknya juga mentargetkan perubahan APBD 2021 bisa diselesaikan secepatnya.
“Dalam jadwal badan musyawarah kami targetkan pertengahan September ini selesai agar anggaran bisa segera digunakan untuk percepatan vaksinasi,” jelas Huda.
bambang sk

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here