Percepatan Program Vaksinasi Perlu Sistem Jemput Bola

Warga menerima vaksinasi Covid-19

SLEMAN, Tiras.co – Untuk mempercepatan layanan vaksinasi masyarakat, Pemkab Sleman gencar melakukan vaksinasi massal di berbagai daerah. Bahkan, sejak pemerintah pusat menargetkan Pemkab Sleman harus mampu memvaksin sekitar 15.000 orang per hari, Pemkab Sleman semakin gencar menyelenggarakan vaksinasi masal di berbagai wilayah.

“Bahkan dalam melakukan percepatan vaksinasi tersebut, Pemkab Sleman bekerjasama dg PMI melakukan berbagai terobosan, yang antara lain dengan menambah jumlah tenaga vaksinator dan melakukan layanan vaksinasi sistem jemput bola,” kata bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, Selasa (9/11/2021).

Yang lebih menggembirakan lagi, kini minat masyarakat untuk mengikuti vaksinasi juga semakin meningkat. Terkbuti, setiap pemerintah menyelenggarakan vaksinasi massal, selalau dipadati banyak orang untuk ikut divaksin. Bahkan, tidak sedikit orang yang sebenarnya takut disuntik, namun karena ingin mendapatkan kekebalan dari serangan voirus corona tersebut, menjadikan orang-orang yang sebenarnya takut divaksin akhirnya mau juga divaksin.

Dengan gencarnya geraklan vaksinasi massal yang dilakukan dinas kesehatan bersama TNI dan Polri selama ini, membuat warga Sleman yang telah divaksin jumlahnya semakin bertambah banyak. Bahkan, menurut Bupati Sleman, Kustini Sri purnomo, dari sekitar 878.000 warga Sleman yang harus divaksin, sampai saat ini realisasinya telah mencapai lebih dari 87 persen.

Namun, dibalik tingginya minat masyarakat untuk divaksin tersebut, ternyata masih banyak orang yang ingin dan sudah mendapatkan kesempatan divaksin, tetapi belum divaksin, karena berbagai vaktor. Diantara mereka adalah para lansia yang kesulitan bepergian jauh, orang dalam gangguan jiwa atau O-D-G-J maupun orang-orang yang tinggal di wilayah pinggiran dan kesulitan untuk datang ke tempat penyelenggaraan vaksinasi.

Dengan berbagai permasalahan tersebut, nampaknya mereka tidak akan vaksin, jika untuk mengikuti vaksin harus datang ke tempat vaksinasi yang jaraknya agak jauh. Padahal mereka juga sering kontak dengan banyak orang, sehingga mereka juga rentan tertular covid -19. Oleh karena itu, banyak pihak yang mengusulkan, selain melakukan vaksinasi massal untuk umum, pemerintah juga perlu melakukan vaksinasi dengan sistem jemput bola. Yaitu, vaksinasi masal yang tidak hanya dilakukan di Puskesmas atau di balai kalurahan saja. Tetapi, para vaksninator yang harus datang ke padukuhan-padukuhan untuk melakukan layanan vaksinasi terhadap warga dalam kelompok kecil.

Bahkan, khusus orang-orang yang kesulitan berjalan, atau orang-orang dalam gangguan jiwa (ODGJ) sangat perlu untuk didatangi ke rumahnya, sehingga dengan cara jemput bola seperti itu, nantinya seluruh warga Sleman bisa tervaksin semuanya.

Mengingat PMI pusat telah mencanangkan 2 juta vaksin untuk Indonesia, dan PMI juga memiliki banyak tenaga medis yang telah dilatih menjadi vaksinator, maka tidak ada jeleknya jika Pemkab Sleman bergandengan tangan dengan PMI kabupaten untuk melakukan percepatan vaksinasi dengan sistem jemput bola tersebut.

Sebab, jika berbagai permasalahan yang dihadapi berbagai kalangan masyarakat tersebut tidak direspon, maka tidak menutup kemungkinan mereka jadi enggan ikut vaksin, yang akhirnya penyelesaian program vaksinasi tidak bisa tercapai, yang akhirnya nantinya banyak warga yang menjadi rentan terkena covid-19.

Percepatan pengendalian covid-19 saat ini, tidak hanya menjadi tanggung jawab Dinas Kesehatan Sleman saja. Tetapi juga menjadi tanggung jawab berbagai pihak termasuk tanggung jawab seluruh perangkat kalurahan. Oleh karena itu, seluruh perangkat kalurahan di Sleman juga harus terlibat dalam upaya percepatan program vaksinasi ini, dengan cara ikut memudahkan warganya dalam mendapatkan layanan vaksinasi.(Brd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here