SHARE
Prof Syamsul Anwar
Prof Syamsul Anwar. (bam)

JOGJA, tiras.co – Pimpinan Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Prof Dr H Syamsul Anwar MA mengakui bukanlah jaminan usia 25 tahun sistem perbankan syariah mampu menjadikan bangsa Indonesia menganut sepenuhnya sistem ini. Ini karena data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukan market share industri perbankan syariah saat ini masih baru mencapai angka 5,57 persen.<./p>

“Ini menunjukan perbankan syariah masih harus berjuang demi mencapai angka yang lebih tinggi dan sistem yang lebih baik,” kata Prof Syamsul Anwar dalam seminar bertajuk Refleksi 25 Tahun Perbankan Syariah di Indonesia, Peluang dan Tantangan di Kampus Universitas Muhammadiyah (UMY) Yogyakarta, Rabu (6/12/2017).

Menurutnya, perbankan Syari’ah yang sudah 25 tahun beroperasi di Indonesia masih perlu terus berjuang karena hingga saat ini market share perbankan tersebut masih belum bisa mencapai 10%.

Empat pilar utama yang mendukung perbankan ini. Pertama, bankir perbankan syariah, karena merekalah yang bertindak sebagai pelaku utama. Kedua, kelompok akademisi yang meneliti sehingga bisa menyumbang ilmu pengetahuan guna memecahkan masalah yang terjadi dan memprediksi langkah selanjutnya. Pilar ketiga masyarakat, karena masyarakat merupakan mitra dari perbankan tersebut. Serta salah satu permasalahan saat ini yaitu pemahaman masyarakat mengenai perbankan syariah masih minim.

Akibatnya, lanjut Prof Syamsul, minimnya pengetahuan masyarakat tentang perbankan syariah menyebabkan perginya 70% nasabah dari suatu lembaga perbankan di Yogyakarta yang menggunakan sistem syariah murni.

Sehingga memunculkan pertanyaan, bagaimanakah usaha yang tepat untuk dilakukan oleh lembaga perbankan syariah demi memahamkan masyarakat tentang sistem perbankan tersebut. Karena begitu banyaknya tugas yang perlu dilakukan perbankan syariah.

Maka, perbankan perlu menjalin kerja sama dengan institusi, organisasi dan majelis sosial kemasyarakatan untuk mengedukasi masyarakat.“Sehingga timbul pemahaman masyarakat sebagai target nasabah, dan hal itulah yang merupakan pilar keempat untuk mendukung keberadaan perbankan Syari’ah,” jelasnya.

bambang sk

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here