Home Berita Penusukan Wiranto Serangan ke Negara (1)

Penusukan Wiranto Serangan ke Negara (1)

237
0
SHARE
Foto: Ismail Hasani / istimewa

JAKARTA, tiras.co – SETARA Institute berpandangan serangan terhadap Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto harus dibaca sebagai serangan terhadap negara, yang menimbulkan efek berlapis dan memperpanjang usia keresahan di tengah masyarakat.

Karena itu, aparat keamanan harus meningkatkan kewaspadaan dengan mengantisipasi konsolidasi sel-sel tidur dan aksi teror yang memanfaatkan berbagai momentum politik nasional.

”Tapi, antisipasi ini hendaknya dilakukan dengan tidak melakukan generalisasi termasuk penggunaan isu intoleransi dan radikalisme sebagai alat penundukkan gerakan sipil yang melakukan koreksi atas kekeliruan kebijakan sejumlah elemen negara,” ujar Direktur Eksekutif SETARA Insitute Ismail Hasani.

Seperti diberitakan berbagai media, Menko Polhukam Wiranto saat berada di Pandeglang, Banten, usai meresmikan sebuah gedung di Universitas Mathla’ul Anwar menjadi korban penusukan oleh terduga teroris, Kamis (10/10/2019) berinisial SA alias Abu Rara beserta istrinya, FA.

Kepolisian RI dan Badan Intelijen Negara (BIN) menyebut Abu Rara merupakan anggota Jamaah Ansharu Daulah (JAD) yang berafiliasi dengan ISIS. Abu Rara jaringan Abu Zee yang ditangkap di Bekasi (23/9/2019) beberapa waktu lalu.

Pola organisasi dan pendekatan amaliah JAD bentukan Aman Abdurrahman, yang divonis mati untuk sejumlah kasus terorisme (22/06/2018), memang berbeda dari organisasi terorisme lainnya yang melakukan aksi dalam skala besar.

Jejaring organisasi JAD sangat cair dengan sleeping cell (sel tidur) tidak terstruktur tetapi menyebar dan mengadopsi pendekatan lone wolf (bergerak secara sendiri-sendiri) dalam melakukan amaliah.

Gerakan sporadis dan sendiri-sendiri dilakukan oleh anggota JAD yang meskipun tindakan kecil tetapi memelihara efek keresahan berkepanjangan.(bambang sk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here