Home Berita Penting Peraturan Desa tentang Bencana

Penting Peraturan Desa tentang Bencana

351
0
SHARE
Komisi A DPRD DIY ketika meninjau lokasi kekeringan di Kulonprogo. (tiras.co/istimewa)

JOGJA, tiras.co – Komisi A DPRD DIY mendorong terbitnya perraturan desa tentang mitigasi bencana. Peraturan diperlukan untuk memberikan payung hukum bagi pengalokasian dana desa terhadap bencana yang terjadi. Ini selaras dengan komitmen pembangunan yang didesain Pemda DIY yang berbasis mitigasi bencana.

Demikian disampaikan Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto di gedung dewan Jalan Malioboro, usai meninjau dan membantu air bersih di Kulonprogo, Senin (28/10). Ia menjelaskan musim kemarau panjang tahun ini berdampak pada kekeringan di DIY, terutama di Kabupaten Kulonprogo, Gunungkidul, dan sebagian wilayah Sleman.

Mengantisipasi bencana serupa di masa mendatang, pentingnya perdes tentang mitigasi bencana. Dengan demikian penggunaan dana desa tak hanya untuk pembangunan infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat, namun bisa juga untuk penanggulangan bencana.

”Perdes mitigasi bencana akan mempermudah koordinasi maupun konsolidasi di DIY secara keseluruhan dalam menanggulangi bencana, termasuk kekeringan seperti yang terjadi saat ini. Karena itu Komisi A merekomendasikan kepada pemda untuk lebih mengintensifkan kooordinasi dan konsolidasi di tingkat DIY, kabupaten kota, maupun desa tentang penanggulangan bencana khususnya dalam mengatasi bencana kekeringan,” papar Eko.

Air Bersih

Alam peninjauan ke Kulonprogo, selain menyalurkan bantuan air bersih 20.000 liter, rombongan anggota Dewan diikuti pula oleh BPBD DIY, Satpol PP, dan Dinas Sosial, juga memperoleh banyak masukan dari masyarakat seputar bencana kekeringan tahun ini.

Menurut Eko, dari berbagai masukan secara langsung ada harapan masyarakat agar pemda membangun bak tampungan air bersih yang bersifat permanen. Pihaknya merekomendasikan pembuatan bak penampungan air bersih secara permanen karena selama ini hanya ada bak penampungan yang bersifat sementara.

Wakil Ketua Komisi A, Suwardi menambahkan untuk bantuan air bersih hingga saat ini tersedia 1.500 tangki dan sudah disalurkan 1.200 tangki. Sisanya 300 tangki lagi akan segera disalurkan ke desa yang belum menerima. Diperkirakan jumlah itu cukup mengingat kemarau tinggal sebentar lagi sesuai Prakiraan BMKG.(bambang sk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here