Home Berita Pengusaha Media Mainstream Dituntut Sesuaikan Bisnis Medsos

Pengusaha Media Mainstream Dituntut Sesuaikan Bisnis Medsos

365
0
SHARE

JOGJA, tiras.co – Pengusaha media harus menyesuaikan bisnis media mainstream dengan media sosial (medsos). Membuat media mainstream menjadi lebih interaktif, lebih instan, lebih mudah diproses atau didistribusikan melalui medsos, dan lebih bervariasi.

“Kita tidak bisa melawan arus dengan adanya medsos ini. Justru, dengan medsos tersebut, kita dituntut harus lebih kreatif untuk menciptakan konten yang diminati khalayak,” kata Pemimpin Redaksi Senayan Post, Imam Anshori Saleh dalam Derap Kebangsaan bertema “Tantangan Media Mainstream di Era Industri 4.0” di Joglo Cangkir Bintaran Tengah Yogyakarta, Sabtu (30/03/2019). Acara yang digelar Paguyuban Wartawan Sepuh (PWS) Yogyakarta itu menghadirkan pula pembicara dosen Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Dr Sugeng Bayu Wahyono dan pembicara tetap anggota DPR RI HM Idham Samawi, dengan moderator Esti Susilarti.

Imam mengakui kecepatan informasi dari medsos jelas lebih dibanding media mainstream atau konvensional, seperti koran, televisi dan radio. “Dari sisi content, masyarakat saat ini menginginkan informasi yang lebih dinamis, interaktif dan ingin tahu lebih banyak dari yang disediakan media mainstream,” paparnya..

Dulu, tutur Imam, informasi bersifat pasif. Pengusaha media menggelontorkan informasi hanya satu arah. Namun sekarang konsumen tidak mau seperti itu. “Harus lebih ineraktif seperti sosial media,” sebutnya.

Mengutip penelitian Nielsen Indonesia disebutkan, pembaca media digital sudah lebih banyak ketimbang media cetak. Jumlah pembeli koran terus merosot karena masyarakat beranggapan bahwa informasi seharusnya bisa didapat secara gratis. bambang sk

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here