Home Berita Penguatan Toleransi Harus Dilakukan Secara Masif

Penguatan Toleransi Harus Dilakukan Secara Masif

628
0
SHARE
Kebangsaan
DISKUSI: Para pembicara dalam diskusi kebangsaan. (tiras.co/bambang sk)

JOGJA, tiras.co – Guru Besar Ilmu Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta Prof Dr Sudjito SH, MSi mengatakan apapun kendalanya, penguatan kebangsaan, bhinneka tungal ika dan toleransi musti dilakukan.

“Caranya, diawali dengan menumbuhkan moral intelektual-kebangsaan secara masif sedari usia dini,” kata Sudjito pada diskusi kebangsaan di Hotel Forriz, Yogyakarta, Selasa (26/9/2017). Diskusi mengusung tema “Kebangsaan Dalam Memperkokoh Toleransi” itu diselenggarakan Paguyuban Wartawan Sepuh (PWS) Yogyakarta. Tampil pula berbicara anggota DPR RI HM Idham Samawi dan mantan Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Prof Dr Amin Abdullah, dengan dipandu Maria Kadarsih.

Menurut Prof Sudjito, menumbuhkan moral intelektual-kebangsaan bisal dilakukan dengan belajar sejarah bangsa, simbol-simbol negara, lagu nasional dan memupuk karakter komunalistik-religius, sehingga nilai-nilai Pancasila merasuk menjadi pandangan hidupnya. “Sudah tentu, upaya lain berupa penindakan secara tegas, sistemik dan berkesinambungan oleh aparat berwenang juga diperlukan,” ujarnya.

Ia menyebutkan, bangsa ini butuh negarawan, nasionalis sejati, bukan sekadar politikus. Ciri-ciri nasionalis sejati adalah nasionalis yang didasarkan pada nilai-nilai Pancasila. Sikap dan perilaku berawal dari niat baik untuk menggapai ridha Tuhan Yang Maha Esa, demi kejayaan bangsa. “Pada nasionalis sejati, tiada ucapan dan perbuatan kecuali kejujuran, setia-sekata demi terwujudnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” sebutnya.

Mengenai toleransi, Prof Sudjito mengartikan penerimaan, pengakuan dan penghormatan atas perbedaan pada pihak lain, disertai sikap membiarkan keunikannya dan tidak mencampuri urusannya. “Toleransi ini hemat saya bersifat konstektual, dan bukannya universal. Artinya, setiap urusan akan berlaku kadar atau tingkat toleransinya masing-masing,” jelasnya.

Senada, Prof Amin Abdullah menilai pentingnya kebangsaan dipupuk dan dirawat dengan baik. Kebangsaan dalam memperkokoh toleransi, pluralitas dan demokrasi, disebutnya menjadi bagian tak terpisahkan dalam agama. “Kohesifitas sosial kita jadi modal yang luar biasa. Kita makluk-makluk yang bertoleransi,” tunjuknya.

bambang sk

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here