Home Berita Pengobatan dengan Metode Teknologi Nuklir Tidak Menjadikan Mandul

Pengobatan dengan Metode Teknologi Nuklir Tidak Menjadikan Mandul

247
0
SHARE

JOGJA, tiras.co – Ketua Perhimpunan Kedokteran Nuklir Indonesia (PKNI) Eko Purnomo mengatakan, pengobatan dengan metode teknologi nuklir sangat murah dan menghemat program pemerintah. “Kedokteran nuklir kalau dimanfaatkan sangat menghemat,” kata Eko Purnomo kepada pers di acara Indonesia Nuclear Expo (Nexpo) 2019 di Hotel Royal Ambarrukmo, Yogyakarta, Jumat (6/9/2019).

Indonesia Nexpo diselenggarakan Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) kerjasama dengan PKNI, bertujuan mengenalkan aplikasi teknologi nuklir ke masyarakat. Kedokteran nuklir Indonesia disebutnya ada sejak lama, hanya saja belum sisosialisasikan ke masyarakat secara inten.

Pakar kedokteran nuklir Johan Mansyur meyakinkan pengobatan dengan teknologi nuklir tidak menjadikan mandul atau anak di dalam kandungan cacat. “Sama sakekali tidak,” katanya.

Menuruit dia, belakangan tahun pelayanan kedokteran dengan metode nuklir di daerah-daerah menunjukkan peningkatan. Selama ini perguruan tinggi telah menghasilkan sekitar 50 dokter spesialis nuklir. “Tiap tahun menghasilkan 4 sampai 6 dokter spesialis nuklir,” sebutnya. Juga diharapkan nantinya setiap fakultas kedokteran memiliki fasilitas kedokteran nuklir. “Harapan kami tiap Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) memiliki kedokteran nuklir,” kata di Johan.

Pengobatan teknologi nuklir selain murah, aman juga nyaman. Disebutkan, biaya operasi lewat kedokteran nuklir untuk penyakit kanker tiroid misalnya, hanya butuh Rp 9 juta. Padahal kalau lewat pengobatan konvensional bisa mencapai Rp 100 juta. “Pengobatan dengan teknologi nuklir nyaman, tidak perlu kemo dengan ditusuk-tusuk, tapi cukup dengan obat diminumkan”. bambang sk

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here