Home Berita Pemuda Seharusnya Kolaborasi dan Gotong Royong

Pemuda Seharusnya Kolaborasi dan Gotong Royong

493
0
SHARE

JOGJA, tiras.co – Kondisi global saat ini menuntut kolaborasi, tidak lagi untuk kompetisi. “Sekarang zamannya kolaborasi. Untuk menyelesaikan persoalan dengan kolaborasi. Di Yogya dan kota besar lainnya, kolaborasi diwujudkan dalam banyak hal, melalui komunitas dan lainnya,” kata Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UGM, Obed Kresna Widyapratistha dalam Diskusi Kebangsaan di Resto Cangkir 6 Bintaran, Yogyakarta, Sabtu (27/10/2018).

Diskusi mengusung tema “Kaum Muda dan Pancasila Merespon Kondisi Bangsa” diselenggarakan Paguyuban Wartawan Sepuh (PWS) Yogyakarta. Tampil pula berbicara Mayjen TNI (Purn) Saurip Kadi dan anggota DPR RI Drs HM. Idham Samawi, dengan moderator Dra Esty Susilarti MPd.

Dalam kesempatan itu, Obed Kresna mengajak orang muda membuat poros baru. “Anak muda harus berdiri dengan semangat Pancasila, untuk mencerdaskan bangsa ini,” katanya.

Menurutnya, potensi orang muda saat ini tidak hanya peduli pada kehidupan atau isu-isu sosial dan ekonomi saja, tapi juga peduli pada permasalahan bangsa dan negara. “Pemuda, apakah menjalankan Pancasila atau tidak, tapi secara praktik sudah menjalankan nilai-nilai Pancasila.”

Indikatornya, lanjut Obed Kresna, semakin maraknya kolaborasi dijalankan. Di Kampus UGM sendiri, tiap organisasi kemahasiswaan memiliki relawan bencana. Maka, saat terjadi bencana gempa bumi di Lombok maupun Palu, semua organisasi ini berinisiatif membantu korban gempa dengan membuka posko relawan. “Kami buka posko donasi gempa, sampai sekarang sumbangan terkumpul lebih dari Rp 60 juta,” sebutnya.

Menurutnya, kolaborasi sudah tertanam dalam benak orang muda, khususnya mahasiswa. Ia juga tunjukan merebaknya ‘kafe dan ruang kolaborasi’ di mana-mana. Ini menunjukan anak muda peduli tentang kegotong royongan. “Kafe tidak lagi kafe, tapi kafe ruang kolaborasi. Anak muda peduli tentang kebersamaan, pada isu sosial, ekonomi, dengan cara gotong royong,” tunjuknya.

Ia tegaskan, sudah seharusnya anak muda berkolaborasi dan bergotong royong. Konsep gotong royong dan kolaborasi juga sudah dipraktikan orang muda dengan usaha jual beli Bukalapak dan layanan transportasi online Go-Jek. Dan, usaha itu terbukti laku dan menguntungkan.

Karena itu, Obed Kresna mendukung kawula muda untuk terus menciptakan ruang kolaborasi di banyak sektor. Karena ruang kolaborasi terbukti penting, bukan saja untuk anak muda tapi juga bagi bangsa. “Dengan kolaborasi, kita bisa perlakukan manusia sebagai manusia, bukan sebagai bawahan. Dengan kolaborasi, kita bisa belajar musyawarah,” jelasnya. bambang sk

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here