Home Berita Pemuda Muhammadiyah Pelopori Gotong Royong Lintas Agama

Pemuda Muhammadiyah Pelopori Gotong Royong Lintas Agama

680
0
SHARE
Rumah Ibadah
Mereka yang terlibat dalam kegiatan ormas antar lintas agama. (Istimewa)

JAKARTA, tiras.co – Pemuda Muhammadiyah memotori gerakan gotong royong dengan mengajak organisasi pemuda lainnya untuk bergotong royong membersihkan Masjid Jami’iyyatul Iman, Menteng, Tebet, Jakarta.

Ketua Kepemudaan dan Olahraga Pemuda Katolik, Aloysius F Edomeko mengatakan, gotong royong merupakan budaya asli yang tidak boleh terhapus dari Indonesia. Ini mengingat kerja sama lintas agama itu akan menghilangkan sekat-sekat solidaritas yang selama ini mengganggu persatuan Indonesia.

“Pada Maret 2017, Pemuda Muhammadiyah juga melakukan kegiatan yang serupa antarormas Pemuda lintas agama dengan membersihkan Kapel SMA Kanisius, Menteng, Jakarta,” tutur Aloysius, Minggu (17/9/2017).

Turut hadir dalam gotong royong bertema “Clean Pray & Love” itu antara lain Menteri ESDM Ignasius Jonan, Ketua PP Muhammadiyah Dahnil Anzhar Simanjuntak, Wakil Ketua Lembaga Pendampingan Kaderisasi Pemuda Katolik Niko Hary Gunawan, Ketum PPGI Maruli Tua Silaban, Ketum PP Gema Budhi Bambang Patijaya, Komunitas Vespa : ScootJak, Ketua Dewan Kemakmuran Masjid H. Rahmat dan juga pengurus RT-RW Kampung Pulo, Tebet.

“Kami sungguh menaruh hormat pada Pemuda Muhammadiyah yang memotori kegiatan hari ini dengan membersihkan masjid. Kapel Kanisius Menteng mendapat giliran pertama untuk dibersihkan,” kata Aloysius.

Menurutnya, tanpa gerakan bersih-bersih rumah ibadah antarormas pemuda lintas agama sepert ini, gotong royong hanya sebagai nilai luhur yang adanya di awang-awang dan tidak membumi. Kerja gotong royong juga mengingatkan kaum pemuda akan tradisi bangsa Indonesia yang telah dilakukan sejak dulu, yakni toleransi.

“Apa yang diteladani Pak Jonan terlibat dalam gerakan membersihkan WC Masjid. Kegiatan semacam ini memberikan contoh bagi kita semua pentingnya kerja gotong royong yang akan menghilangkan sekat-sekat perbedaan dan eksklusivisme,” jelasnya.

Selain turut membersihkan masjid, Ignasius Jonan juga menanam alpukat di pelataran samping Masjid Jami’iyyatul Iman. Menteri ESDM itu juga akan membantu pemasangan AC sesuai permintaan pengurus masjid setempat.

Terpisah, Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga Pengurus Pusat Pemuda Katolik Michelle Wondal mengatakan, pemuda adalah agen perubahan dan itu terjadi di mana saja dan dalam suatu masa. Secara politis, kegiatan “Clean Pray & Love” ormas-ormas pemuda yang dipelopori Pemuda Muhammadiyah, diyakini akan menggerakan pemuda seluruh Indonesia untuk melakukan hal yang sama tanpa memandang agama dan bahkan suku atau ras. */bambang sk

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here