Home Berita Pemogok Makan Grab Dibawa ke Rumah Sakit

Pemogok Makan Grab Dibawa ke Rumah Sakit

281
0
SHARE
Mitra Grab yang melakukan mogok makan masih bertahan di depan kantor tersebut. (tiras.co/istimewa)

SLEMAN, tiras.co – Pemogok makan dari Front Independent Driver Online Indonesia di depan Kantor Grab Yogyakarta masih bertahan. Hingga hari ketiga, sudah dua orang dilarikan ke rumah sakit karena kondisi fisiknya menurun.

Wakil Presiden Front Independent Driver Online Indonesia, Andi Kartala mengatakan tinggal dua orang yang masih bertahan mogok makan. Dua orang yang dibawa ke rumah sakit, satu karena sesak nafas, satu lagi perutnya sakit. Keduanya dibawa ke RS Panti Rini, Sleman, Rabu (23/10) malam, dan setelah dirawat, keduanya diperbolehkan pulang lagi Kamis (24/10) pagi.

Ia menjelaskan dua orang yang masih bertahan di depan Kantor Grab Yogyakarta pun kondisinya kini mulai lemas, badannya panas. Mereka akan terus bertahan hingga tuntutan yang disampaikan dipenuhi oleh manajemen.

”Selasa (23/10) siang diajak ketemuan, hanya dipenuhi satu poin tuntutan yaitu poin terkait penghapusan sistem skema yang dianggap diskriminatif dan tidak transparan dari pihak Grab,” ujar Andi.

Tujuh Tuntutan

Andi menjelaskan pihaknya akan tetap bertahan mogok makan sampai semua tuntutan dipenuhi. Ia mengatakan untuk mengecek kondisi tubuh peserta aksi mogok makan, ada beberapa relawan medis yang berjaga. Hingga saat ini, aksi mogok makan sudah berlangsung hari ketiga.

Ada tujuh tuntutan yang dilayangkan pada pihak Grab antara lain penghapusan sistem skema yang dianggap diskriminatif dan tidak transparan dari pihak Grab, pembukaan fitur Grabcar bagi reguler di area bandara, penghapusan Rp 2.000 per trip atau menghilangkan potongan 20 persen.

Tuntutan lainnya, aplikator harus menuntaskan pemutakhiran data atau open suspen driver real individu, transparan dalam aturan putus mitra agar lebih fair, penghapusan potongan tambahan dari koperasi, terakhir aplikator dituntut untuk lakukan pemerataan order pada sesama mitra.

City Manager Grab Yogyakarta, Hervy Deviyanto mengapresiasi aksi yang dilakukan para mitra yang sudah berjalan tertib dan damai. Menanggapi tuntutan mereka, ia mengatakan semua itu sudah dijelaskan kepada mitra pengemudi saat berlangsungnya mediasi pada 3 Oktober lalu. Semua tuntutan yang diminta menurutnya sudah masuk dalam standar operasional prosedur (SOP) Grab.(anton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here