Home Berita Pemkab Sleman Bebaskan Pajak Hotel dan Restoran

Pemkab Sleman Bebaskan Pajak Hotel dan Restoran

148
0
SHARE
Hardo
Harda Kiswaya. (tiras.co/amb)

SLEMAN, tiras.co – Guna meringankan beban pengelola hotel dan restoran terkait sepinya tamu akibat wabah Covid-19, Pemkab Sleman memberi kebijakan pengurangan pembayaran pajak hotel dan restoran sebesar 100 persen kepada para wajib pajak hotel dan restoran.
Kebijakan tersebut berlaku mulai 1 April hingga 31 Mei 2020, dan masa berlaku tersebut bisa diperpanjang, tergantung situasi dan kondisi.
Menurut Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Sleman, H Harda Kiswaya SE MSi kebijakan pengurangan pajak hotel dan restoran mengacu pada surat edaran Menteri Dalam Negeri R-I Nomor 440/2436/sj tanggal 17 Maret 2020 tentang pencegahan penyebaran corona virus (Covid-19) yang ditindaklanjuti dengan Peraturan Bupati Sleman No 12 tanggl 30 Maret 2020 tentang Pengurangan Pajak Hotel dan Restoran.
“Meski para wajib pajak mendapat pengurangan pembayaran pajak hingga 100 persen atau bebas, namun mereka tetap wajib mengisi dan melaporkan e-SPTPD tiap bulan paling lambat 20 hari sejak berakhirnya masa pajak,” kata Harda Kiswaya yang juga Pj Sekda Sleman.
Ia menjelaskan, pada tahun 2020 jumlah hotel, losmen maupun rumah kos di Sleman yang berkewajiban membayar pajak sebanyak 1.128 unit. Hotel maupun losmen dan rumah kos sebanyak itu, pemasukan pajaknya ditargetkan sebesar Rp 114,5 miliar. Pemasukan pajak dari semua restoran di Sleman pada tahun 2020 ditargetkan sebesar Rp 111 miliar rupiah. Namun, dengan wabah korona ini, tingkat hunian hotel di Sleman, semua menurun drastis.
Dari pendataan sementara, kini tingkat hunian hotel di Sleman tertinggi hanya 4 persen, dan bahkan ada hotel yang kini tingkat huniannya nol persen. Demikian halnya keberadaan rumah makan dan restoran, kini jumlah tamunya juga menurut drastis. “Sehingga dengan kebijakan pengurangan pajak sebesar seratus persen diharapkan bisa mengurangi beban bagi para pengelola hotel dan restoran,” tandasnya.
Menurut Harda, menurunnya perekonomian akibat wabah virus clkorona, tidak hanya menerpa para pengusaha hotel dan restoran saja tetapi juga berbagai lapisan masyarakat. Karena itu, ia minta semua warga ikut berperan aktif melakukan penanggulangan wabah dengan melakukan tindakan sesuai yang dianjurkan pemerintah, sehingga virus korona segera sirna dan roda perekonomian bisa kembali normal. ambardi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here