Home Berita Pemimpin Harus Selami Persoalan Keseharian Rakyatnya

Pemimpin Harus Selami Persoalan Keseharian Rakyatnya

296
0
SHARE

JOGJA, tiras.co – Duta Besar RI untuk Turki Lalu Muhammad Iqbal mengatakan dalam situasi anomali lingkungan internasional saat ini, satu hal yang tidak akan hilang yaitu kepentingan nasional (national interest). National interest akan selalu ada dan penting selama masih ada nation state (negara bangsa).

“Negara yang akan survive melewati anomali ini adalah negara yang memahami betul national interest-nya serta memperjuangkannya. Negara yang akan tergerus oleh sejarah di tengah anomali ini adalah negara yang tidak memahami national interest-nya, sehingga tidak tahu apa yang diperjuangkan,” kata Lalu Muhammad Iqbal dalam pidato milad Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) ke 38 di Kampus Terpadu setempat, Kamis (28/03/2019).

Menurutnya, memperjuangkan national interest, bukan hanya domain diplomasi. Bukan hanya domain Kementerian Luar Negeri. “Memperjuangkan national interest adalah domain kita semua karena ia diperjuangkan di dalam dan luar,” jelasnya.

Alumni Jurusan Hubungan Internasional (HI) UMY ini menunjukkan bagian paling sulit dari mendefinisikan national interest ini karena seorang pemimpin harus menyelami betul persoalan keseharian rakyatnya. Seorang pemimpin harus memahami denyut detak jantung kehidupan bangsanya. “Kita sebentar lagi akan Pemilu. Kita harapkan akan mendapatkan pemimpin yang yang memahami denyut nadi bangsa kita. Karena ini akan menentukan bagaimana kita akan bergaul dalam dunia internasional,” ingatnya.

Menurut Lalu Muhammad Iqbal, ketika suatu negara sudah memahami national interest-nya dengan baik, maka pilihan mau mengedepankan multilateralisme, regionalism, bilateralism atau bahkan unilateralisme menjadi tidak terlalu penting. Karena yang manapun akan dikedepankan sejauh dia melayani kepentingan nasional.

“Ini menjadi salah satu penjelasan kenapa suatu negara tiba-tiba menjadi sangat multilateralis dan dilain waktu tiba-tiba menjadi sangat unilateralis. Ini bukan masalah ideology. Ini masalah national interest,” jelasnya. bambang sk

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here