Home Berita Pemerintah Perlu Pertimbangkan Pulangkan Anak-Anak

Pemerintah Perlu Pertimbangkan Pulangkan Anak-Anak

210
0
SHARE
Bonar Tigor Naipospos. (tiras.co/ist)

JOGJA, tiras.co – Pemerintah Indonesia harus realistis bahwa pada akhirnya, mau tidak mau, mengambil tanggung jawab terhadap orang-orang asal Indonesia yang pernah menjadi anggota dan simpatisan ISIS. Alasan mereka membuang dan membakar paspor tidak relevan dalam kasus ini.

”Pemerintah pada saatnya tidak bisa menolak keberadaan dan kembalinya mereka. Alasan bahwa sebagian membuang paspor dan menyatakan bukan warga Indonesia serta pernah bertempur menjadi tentara asing pada saatnya tidak akan relevan,” papar Wakil Ketua Setara Institute, Bonar Tigor Naipospos.

Menurutnya isu kemanusiaan dan statelessness akan menjadi perhatian utama dunia internasional. Apalagi ISIS, meskipun pada masa kejayaannya memiliki struktur dan teritori seperti negara, tidak pernah diakui oleh entitas internasional manapun sebagai negara.

Ia menilai tindakan yang cukup mendesak yakni pemulangan anak-anak terutama yang berada di bawah usia sembilan tahun. Semakin lama anak-anak tinggal di kamp tahanan, atmosfer yang buruk di kamp akan berdampak pada mereka secara fisik maupun psikis. Semakin lama mereka di sana, justru akan semakin terpapar oleh paham ekstrem ISIS dan dampak buruk situasi ekstrem di sana.

Rehabilitasi

Mengutip berbagai pemberitaan internasional, Bonar mengatakan para perempuan yang masih keras ideologisnya berusaha mempertahankan pengaruh dan menekan perempuan lainnya yang berusaha moderat. Ada yang tetap bertahan pada paham keagamaan dan politik ekstremnya.

”Sejalan dengan pemulangan anak-anak tersebut, dibutuhkan identifikasi keluarga besar mereka serta perancangan peran mereka dan para ahli rehabilitasi medis dan psikologis,” sarannya.

Setara Institute juga mendesak Pemerintah Indonesia untuk membentuk tim advance dan mengirim mereka ke Suriah, guna mengidentifikasi yang berada di kamp dan mungkin juga di penjara. Pasalnya, sebagian kombatan asing (foreign fighter) yang ditangkap dalam pertempuran dijebloskan penjara.

Keberadaan tim dan tugas identifikasi bukan hanya untuk mendapatkan informasi identitas tetapi juga profiling secara utuh atas mereka. Termasuk kaitan, kedalaman interaksi dan keterlibatan dalam jaringan ISIS. Tim inilah yang perlu mewakili Indonesia dalam hubungan dan kerja sama dengan otoritas Kurdi dan kerja sama intelijen dengan negara lain yang memiliki keterkaitan isu dengan ISIS.(bambang sk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here