Home Tekno Pembacaan Puisi Warnai Malam Renungan di Alun-alun Utara

Pembacaan Puisi Warnai Malam Renungan di Alun-alun Utara

960
0
SHARE
PANGSAR: Patung Panglima Besar Jenderal Soedirman karya Yusman. (tiras.co/bambang sk)

JOGJA, tiras.co – Pembacaan puisi mewarnai malam renungan yang digelar di samping patung raksasa Pangsar Jenderal Soedirman di sayap timur Alun-alun Utara, Yogyakarta, Minggu (14/1/2018).

Acara diselenggarakan Studio Patung Yusman kerjasama dengan Jogja Gallery dan Ikatan Keluarga Alumni Lemhanas (IKAL) DIY, serta Yayasan Soedirman.

Tampak hadir dan membacakan puisi malam itu di antaranya Kapolda DIY Brigjen Ahmad Dofiri, Sitoresmi Prabuningrat, kalangan TNI, akademisi dan sejarawan. Melalui renungan ini diharapkan mengingatkan kembali para pejuang bangsa yang gugur di medan perang.

Direktur Eksekutif Jogja Gallery KRMT Indro Kimpling Suseno menjelaskan malam renungan bertajuk “Penghormatan Kepada Para Pahlawan Republik Indonesia” kali itu sekaligus menandai berakhirnya pameran retropeksi pematung Yusman, 20 Desember 2017 hingga 10 Januari 2018 lalu.

“Tidak saja jasa pahlawan yang dikenang, tapi semangatnya juga perlu kita teladani,” kata Indro Kimpling di sela-sela pembacaan puisi.

Patung raksasa karya Yusman menggambarkan Pangsar Soedirman tengah ditandu dengan kawalan 14 tentara dan rakyat masa gerilya. Patung-patung itu menceritakan sejarah bangsa, diharapkan menginspirasi orang muda dalam membangun bangsa.

Makna yang terkandung di balik patung itu menggambarkan suasana batin atas perjuangan para pahlawan bangsa dalam mengorbankan jiwa raga, dalam arti sesungguhnya. ”Ini karya yang spektakuler,” sebutnya.

Acara diawali dengan aksi teatrikal mengisahkan Pangsar Soedirman. Meski menyandang sakit paru-paru parah, tapi Soedirman terus memimpin pasukan dan menggelorakan perang melawan penjajah di sepanjang lebih dari 1000 kilometer rute gerilya.

bambang sk

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here