Home Berita PDIP Gunungkidul Galang Relawan, Antisipasi Gangguan Belajar

PDIP Gunungkidul Galang Relawan, Antisipasi Gangguan Belajar

468
0
SHARE

GUNUNGKIDUL, tiras.co – Ancaman aksi mogok mengajar dilakukan tenaga honorer dan kontrak menuntut revisi UU nomor 5/2014 tentang ASN di Kabupaten Gunungkidul mendapatkan berbagai langkah antisipasi sejumlah pihak. Para pemuda yang tergabung dalam Relawan Juang Pemuda untuk Pendidikan menggalang pemuda dan mahasiswa untuk menjadi tenaga pendidik dan tenaga latih membantu sekolah di Gunungkidul untuk tetap melayani kebutuhan pendidikan anak-anak peserta didik.
Ketua DPC PDI Perjuangan Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih,SE menjelaskan langkah antisipasi tersebut agar kebutuhan anak belajar di kelas tetap bisa berjalan dengan baik selama aksi mogok mengajar yang direncanakan sampai 15 hari ke depan.
Menurutnya, ini merupakan langkah spontan dari relawan pemuda Gunungkidul, untuk merespon kecemasan kalangan orangtua siswa akan rencana mogok mengajar. “Akhirnya, kami respon menjadi tindakan positif. Kami melebur satu wadah relawan pemuda dan siap bersama-sama menyikapi keadaan yang terjadi di sekolah-sekolah nanti,” kata Endah Subekti, Jumat (12/10/2018) malam.
Endah mengatakan, sikap PDIP tetap mendoakan langkah perjuangan ditempuh para honorer tenaga kontrak pendidikan mendapatkan jalan terbaik untuk semua pihak. Yakni terbaik bagi tenaga honorer atau tenaga kontrak, terbaik baik pemerintah, juga terbaik bagi anak-anak peserta didik dan pihak sekolah. Pasalnya, kualitas pendidikan ditentukan dari ketiga pihak tersebut harus saling mendukung.
PDIP, lanjut Endah, menyiapkan relawan yang potensial untuk membantu sekolah mengatisipasi kelas kosong akibat aksi mogok tenaga honorer dan tenaga kontrak. Baik kader atau simpatisan PDIP yang pernah memiliki pengalaman mengajar di kelas, mantan tenaga administratif pendidikan, juru ketik dan pelatih minat bakat kepelatihan untuk meningkatkan keterampilan anak-anak mendapat panggilan mengabdikan diri secara sukarela.
Koordinator Relawan Juang Pemuda untuk Pendidikan Gunungkidul, FX Endro Tri Guntoro, menyatakan, PDIP tidak anti terhadap aksi-aksi demo dan pemogokan. Langkah menggalang relawan ini bagian dari sikap tegas mendukung pendidikan Gunungkidul yang harus dipertahankan. “Ini langkah antisipatif bersama agar semuannya bisa berjalan baik. Aksi mogok juga penting untuk perjuangan nasib teman-teman tenaga honorer. Menjamin berjalannya kegiatan belajar mengajar siswa peserat didik juga penting,” ujarnya.
Menurutnya, langkah antisipatif dilakukan relawan pemuda dengan ragam potensial di berbagai bidang yang digeluti. Mulai dari tenaga pengajar untuk mata pelajaran formal, tenaga administrasi tata usaha, maupun pelatih kegiatan minat bakat. “Kami punya pelatih keterampilan tangan, ediukasi dongeng untuk motivasi belajar, fotografi, pengajar seni lukis, pengajar seni drama, sejarah, matematika, IPS, bahasa Inggris, bahasa Indonesia, dan ragampotensi lainnya. Jangan sampai pelajaran di kelas anak-anak kosong dan tidak terlayani,” katanya.*/bambang sk

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here