Home Berita Patung Bunda Maria untuk Tanah Papua

Patung Bunda Maria untuk Tanah Papua

335
0
SHARE

JAKARTA, tiras.co – Uskup Agung Jakarta Mgr Ignatius Suharyo memberi patung Bunda Maria yang sedang menggendong bayi Yesus, untuk tanah dan rakyat Papua. Ini sebagai tanda cintanya yang mendalam untuk pulau terbesar di Indonesia itu. Diharapkan patung yang terbuat dari kayu gaharu itu akan membawa kedamaian dan perdamaian di tanah Papua yang saat ini sedang bergejolak.

Maksud dari pemberian itu diungkapkan Mgr Suharyo secara khusus kepada pegiat devosi kebangsaan, AM Putut Prabantoro dan Georgius Gomas Harun, saat menyerahkan Patung Maria Bunda Segala Suku di kediaman Uskup Suharyo di Jakarta, Rabu (4/9/2019).

Mgr Suharyo yang baru saja diangkat sebagai kardinal oleh Paus Fransiskus menghendaki patung tersebut diberikan ke tanah dan rakyat Papua melalui Uskup Jayapura Leo Laba Ladjar. Secara khusus, Mgr Suharyo menitipkan patung Bunda Maria tersebut kepada Georgius Gomas Harun untuk membawanya ke tanah Papua.

Patung seberat 4 kg dan tinggi 60 cm itu terbuat dari kayu gaharu dan langka dijumpai. Bahan dasar kayu gaharu itu merupakan persembahan dari Antoni Ong yang tinggal di Jayapura, Papua, dan kemudian dibuat menjadi patung oleh salah satu maestro patung di Bali.

Gomas Harun mengaku kurang tahu berapa tahun usia kayu gaharu tersebut, namun diperkirakan sudah tua sekali jika dilihat dari urat-urat yang ada pada patung tersebut. Ketika Uskup Suharyo menghendaki patung tersebut dihadiahkan kepada tanah dan rakyat Papua, Gomas Harun bisa merasakan cinta Bapa Uskup kepada tanah dan rakyat Papua. “Bapa Uskup ingin patung Bunda Maria ini dapat menghadirkan kedamaian dan perdamaian di tanah Papua. Mgr Suharyou sangat prihatin atas apa yang terjadi di tanah Papua saat ini,” ucap dia.

Gomas Harun belum tahu kapan waktu yang tepat untuk membawa patung tersebut ke Papua. Karena dirinya harus kordinasi dengan Uskup Jayapura Leo Laba Ladjar lebih dulu. Namun tugas khusus dari Mgr Suharyo itu menjadi tanggung jawab yang berat dan besar.

AM Putut Prabantoro menyebut patung dari Uskup Suharyo itu adalah momentum sejarah bagi Gereja Katolik Indonesia dan Tanah Papua, khususnya terkait penunjukan Mgr Suharyo sebagai Kardinal oleh Paus Fransiskus, akhir pekan lalu. Dalam konteks ini, Putut meyakin Tanah dan Rakyat Papua menjadi perhatian Mgr Suharyo.

Putut mengatakan, patung Maria Bunda Segala Suku menjadi salah satu ikon Keuskupan Agung Jakarta, yang diawali dengan lomba seni patung, lukis dan fotografi pada 2015. Dan n Mei 2017 diumumkan pemenang dari lomba tersebut, Robert Gunawan. Ia adalah guru lukis anak-anak asal Matraman, Jakarta. “Dari lukisan tesebut kemudian dijadikan patung yang dikerjakan oleh maestro patung di Bali,” tuturnya.

Maria Bunda Segala Suku adalah sebutan istimewa untuk Bunda Maria dan disebut fenomenal karena terkait dengan merebaknya ancaman terhadap keutuhan kebangsaan dalam ikatan NKRI.*/bambang sk

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here