Home Berita Paslon Bambang Wisnu-Benyamin Kuasai Materi Debat

Paslon Bambang Wisnu-Benyamin Kuasai Materi Debat

83
0
SHARE
11BW
DEBAT PASLON: Suasana debat puncak Pilkada Gunungkidul disiarkan TVRI Yogyakarta. (tiras.co/Ist)

GUNUNGKIDUL, tiras.co – Pasangan Calon Bupati Gunungkidul, Bambang Wisnu Handoyo – Benyamin Sudarmadi menunjukkan kecakapannya dibanding paslon lain, dalam debat putaran ketiga Pilkada Gunungkidul, Selasa (10/11/2020) malam. Debat puncak Pilkada yang disiarkan TVRI Yogyakarta kali ini juga menghadirkan keempat paslon, dimoderatori Artika Amalia.
Debat paling seru ini menjadi panggung bagi paslon nomor urut 3, Bambang Wisnu- Benyamin. Pasangan ini tampak menguasai persoalan utama menyangkut konsep pembangunan dan persoalan penanganan air bersih 12 kapanewon di wilayah Gunungkidul, yang tiap tahun masih rentan krisis air.
Paslon yang diusung PDI Perjuangan tersebut menyampaikan pembangunan secara luas dalam wajah otonomi desa juga keistimewaan DIY. Bambang Wisnu menempatkan pembangunan yang dipusatkan dalam konsep kemandirian desa, yang dipayungi dua UU tentang Desa dan UU tentang Keistimewaan DIY.
Menurut Bambang Wisnu, yang tahu akan potensi di desa adalah desa itu sendiri. Potensi desa baik sosial, fisik, ekonomi, manajemen paling hebat adalah desa. “Kami yakin kalau pembangunan desa dengan mewujudkan konsep desa mandiri ini bisa kita capai otomatis menggerakkan pemerataan pembangunan yang berkeadilan di tingkat kabupaten,” kata Bambang Wisnu, dalam paparannya perbedaan visi misinya sendiri dengan paslon lain pada sesi kedua debat.
Cabup yang berpengalaman sebagai bendahara umum dalam Tata Pemerintah DIY selama 20 tahun ini menunjukkan kecakapannya dalam mengupas aset milik desa saat ini sebagai aset milik Kraton Ngayogyakarta Hadiningkrat, sesuai UU Keistimewaan yang dimanfaatkan desa.
UU Keistimewaan DIY disebunya penting dalam penataan tata ruang wilayah. Status Keistimewaan DIY yang diikuti dengan adanya dana istimewa (Danais) untuk DIY turut dikupas Bambang Wisnu-Benyamin. Dan hendak diperjuangkan menjadi pemasukan asli desa guna memperkuat alokasi dana desa (ADD) dan dana desa (DD) selama ini diharapkan banyak desa dalam menggerakkan pembangunan dari tingkat paling bawah. Bambang-Benyamin menyebut kedua UU Desa dan Keistimewaan DIY menjadi garda depan pembangunan di DIY, khususnya Gunungkidul.

Jawab Pertanyaan
Ketika menjawab pertanyaan paslon lain Immawan Wahyudi dan Martanty Soenar Dewi perihal penanganan konsumsi air bersih masyarakat rentan di 12 kapanewon di Gunungkidul. Pasangan paslon Bambang Wisnu- Benyamin menegaskan pernyataannya pada debat sebelumnya. Bahwa air tidak lagi menjadi persoalan berarti. Ketersediaan air di Gunungkidul tidak menjadi persoalan. Namun yang menjadi permasalahan adalah tata kelola manajemen.
“Semua paslon juga sepakat ketersediaan air bawah tanah kita itu berlimpah. Tapi manajemen tata kelola dirasakan belum sepenuhnya baik. Sekali lagi air kita tidak masalah, tetapi manajemennya yang bermasalah,” tegas Bambang seraya menyampaikan tidak sependapat upaya Immawan-Martanty selama ini hanya mengandalkan sistem droping air dengan armada tanki untuk melayani masyarakat di 12 kapanewon.
Bambang menilai program sumur bor yang ditawarkan Immawan-Martanty tidak menjawab kebutuhan pemenuhan air baku untuk konsumsi masyarakat. Sumur bor dinilai hanya sesuai untuk untuk pemenuhan kebutuhan pertanian. Karena itu paslon Bambang-Benyamin akan menggalakkan kembali keberagaam pamdus dan simaskarta yang sudah berjalan. Hanya saja perlu dipadukan dengan desa melalui badan usaha milik desa (Bumdes), selain manajemen air yang perlu diperbaiki.

Perlindungan Perempuan
Cawabup Benyamin juga berkesempatan menjawab jelas upaya perlindungan bagi perempuan dan anak di masa pandemi Covid19. Cawabup putra daerah yang berlatar belakang pengusaha memimpin belasan perusahaan di Jakarta, peran mendorong ekonomi produktif kaum perempuan sebagai pelaku usaha harus menjadi perhatian khusus.
Menurutnya, peran pemerintah harus ditingkatkan, tidak cukup hanya memudahkan akses modal bagi usaha ekonomi kreatif, tetapi pendampingan usaha hingga pemerintah membuka akses pemasaran bagi produk kreatif dihasilkan.
Menurut Benyamin penanganan ekonomi masa Covid 19 harus diimbangi pemerintah kabupaten untuk rajin dan disiplin dalam meremajakan data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) yang berbasis desa. Peremajaan DTKS harus mulai dilakukan dengan berbasis desa untuk mengantisipasi adanya gesekan sosial di tengah masyarakat masa Pandemi Covid19.
Penampilan debat terakhir Cabup-Cawabup Gunungkidul ini mengundang reaksi berbagai kalangan masyarakat yang menyaksikan melalui tayangan streaming. Channel resmi KPU terlihat paling banyak diikuti masyarakat, baik yang menyampaikan dukungan maupun kritik untuk setiap paparan program kebijakan paslon.
Sementara Bupati Gunungkidul, Badingah mengharapkan masyarakat dapat menggunakan hak pilihnya dengan datang ke TPS pada 9 Desember mendatang. Disiplin protokol kesehatan supaya tetap dikedepankan untuk usaha keselamatan bersama. */bambang sk

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here