Home Berita Pascapenyerangan, Gereja Bedog Dibersihkan

Pascapenyerangan, Gereja Bedog Dibersihkan

647
0
SHARE
DIBERSIHKAN: Gereja St Lidwina, Bedog, secara bergotongroyong dibersihkan umat dan warga setempat. (tiras.co/bambang sk)

JOGJA, tiras.co- Pascapenyerangan di Gereja St Lidwina Bedog, Sleman-DI Yogyakarta, umat gereja setempat dibantu sejumlah warga setempat melakukan pembersihan ruang gereja yang lantainya terkotori bercak darah kering korban penyerangan berdarah, Senin (12/2/2018). Bahkan diantara warga bergabung pula tim kebersihan Gembira Loka Zoo (GL Zoo).

Wakil Ketua II Dewan Paroki Kumetiran yang membawahi kewilayahan Gereja Bedog, KMT A. Tirtodiprojo menjelaskan, kerja bakti bersih-bersih Gereja Bedog dilakukan oleh para ibu-ibu Katolik setempat dibantu warga sekitar Bedog, serta melibatkan tim kebersihan GL Zoo.

“Kami dari Gereja Kumetiran juga membentuk tim trauma healing yang ditangani psikolog. Ini untuk menangani umat, khsususnya anak-anak pada pascapenyerangan di Gereja Bedog,” jelas Tirtodiprojo yang akrab disapa Joko.

Menurut Tirtodiprojo, setelah Minggu malam police line atau garis polisi dicopot, maka paginya segera dilakukan bersih-bersih gereja, serta menyingkirkan pecahan patung yang dirusak pelaku penyerangan. “Kami mengejar target untuk ibadat Jalan Salib pada Jumat nanti,” tuturnya.

Joko menjelaskan, ke depan pengurus ingin menciptakan suasana berbeda di dalam gereja. Maka perlunya dibenahi bagian atap yang bocor, tata lampu dan dicat ulang tembok gereja yang mulai kusam. “Agar umat merasa nyaman dan aman saat beribadat di gereja,” jelasnya lagi.

Selain itu, juga akan dihidupkan tradisi among tamu oleh petugas tata tertib. Sehinga umat yang datang ke gereja merasa tersapa. Budaya among tamu ini sekaligus untuk mengantisipasi kemungkinan kejadian serupa tidak terulang lagi. “Sudah lama gereja mengabaikan tradisi among tamu ini. Maka, nanti akan kita bangkitkan kembali budaya saling sapa untuk mengguyubkan antarumat,” ujarnya.

Gereja Bedog juga akan dilengkapi dengan pemasangan CCTV, guna memonitor suasana di kawasan gereja setempat. “Semalam sudah dirembuk, supaya umat juga merasa aman,” harapnya.

Bercak-bercak darah yang dibersihkan di lantai gereja itu merupakan ceceran darah korban umat dan Romo Karl Edmund Prier SJ yang disabet pedang pada penyerangan pada misa Minggu pagi kemarin oleh pemuda brutal berinisial Sl.

Bambang sk

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here