Home Berita Panglima TNI Bantah Calonkan Diri

Panglima TNI Bantah Calonkan Diri

657
0
SHARE
Panglima
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo saat berziarah ke Makam Pangsar Soedirman. (tiras.co/kukuh s)

JOGJA,tiras.co- Panglima TNI Jendral Gatot Nurmantyo membantah dengan tegas bahwa isu pencalonannya dalam ajang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 dan menyebutnya bohong belaka. Gatot menyatakan rangkaian ziarah yang dilakukan sejak Senin (18/9/2017) sama sekali tidak ada kaitan dengan soal pilpres.

“Saya tegaskan isu pencapresan saya tidak benar dan rangkaian kegiatan ziarah ini sama sekali tidak ada hubungannya. Saya sudah melakukan ziarah sebelum menjadi Panglima,” kata Gatot disela-sela ziarah ke makam Jenderal Besar Soedirman di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusuma Negara Yogyakarta Selasa (19/9/2017).

Sebelumnya sejumlah elemen termasuk diantaranya, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) gencar menyampaikan kepada media di DI Yogyakarta bahwa mereka mendukung majunya Gatot dalam pilpres bergandengan dengan Mahfud MD.

Gatot yang pensiun Maret tahun depan, malah menanyakan siapa yang mencalonkan dirinya untuk maju dalam pilpres tahun depan.

Beserta petinggi TNI, Gatot mengadakan safari ziarah ke makam mantan Presiden Gus Dur di Jombang, Presiden Soekarno di Blitar, Presiden Soeharto di Solo, dan Panglima Besar Jenderal Soedirman.

“Jenderal Soedirman adalah figur yang luar biasa dan layak dicontoh sebagai upaya mempertahankan kemerdekaan. Beliau dikenal sebagai Jenderal yang sederhana dan dekat dengan rakyat,” lanjutnya.

Kedekatan dengan TNI dengan rakyat menurut Gatot adalah hal yang tidak bisa dipisahkan. Sebab rakyat adalah ibu kandung TNI. Gatot juga menegaskan bahwa bohong jika kemerdekaan yang diraih sekarang ini berasal dari TNI, karena sejarah mencatat rakyatlah yang bergotong royong meraih kemerdekaan.

“Oleh karena itulah menyambut ulang tahun ke-72, TNI mengangkat tema ‘Bersama Dengan Rakyat, TNI Kuat’,” katanya.

Tanggapi Presiden

Disinggung terkait permintaan Presiden untuk membuat ulang film G30S/PKI, Pangliman TNI menegaskan bahwa pembuatan ulang ini difokuskan pada penggunaan teknologi terbaru agar lebih menarik generasi milenia.

Diharapkan dengan penggunaan teknologi terbaru, film ini bisa menjadi sumber sejarah bagi generasi milenia sehingga tidak lupa bahwa di Indonesia pernah terjadi sejarah kelam.

“Sejarah itu bersumber dari satu fakta, tapi penulisannya berbeda-beda. Sejarah selalu berulang, sehingga jangan pernah melupakan sejarah,” pungkasnya. kukuh s

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here