Home Berita Panen Air Hujan Atasi Kekeringan

Panen Air Hujan Atasi Kekeringan

282
0
SHARE
Pakar Hidrologi Sekolah Vokasi UGM, Dr-Ing Agus Maryono menjelaskan kegiatan Kongres Memanen Air Hujan Indonesia. (tiras.co/istimewa)

JOGJA, tiras.co – Banjir dan kekeringan telah menjadi masalah utama di berbagai daerah. Data BNPB mencatat pada periode 208-2019 terdapat 1.022 kejadian banjir dan bencana kekeringan mencapai 129 kejadian.

Pakar Hidrologi Sekolah Vokasi UGM, Dr-Ing Agus Maryono mengatakan perlunya perubahan sistem atau inovasi baru dalam manajemen bencana untuk meminimalisir terjadinya bencana banjir dan kekeringan meminimalisir terjadinya bencana banjir dan kekeringan. Salah satu yang bisa dilakukan adalah dengan memanen, menampung, dan memanfaatkan air hujan dengan sebaik-baiknya atau dikenal dengan gerakan memanen air hujan.

”Belum ada kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya air hujan,” ujar dia di UGM, kemarin. Ia menjelaskan wilayah Indonesia memiliki curah hujan yang tinggi yakni kisaran 2.000-4.000 mm/tahun. Dengan curah hujan yang besar semestinya masyarakat tidak perlu kawatir akan ketersediaan air. Yang menjadi masalah adalah belum adanya pengelolaan air hujan yang memadai sehingga curah hujan yang tinggi menyebabkan banjir di musim hujan dan kekeringan saat kemarau.

Kongres Air

Sebagai upaya mensosialisaikan kepada masyarakat akan pentingnya memanen dan mengelola air hujan, UGM menggelar Kongres Memanen Air Hujan Indonesia II. Kongres akan berlangsung 28-29 November 2019 bertempat di University Club (UC) UGM, mempertemukan komunitas, kampung, pemerintah, akademisi, praktisi, dan dunia usaha untuk mengaungkan kembali gerakan memanen air hujan Indonesia.

Menurutnya melalui gerakan memanen air hujan, tidak hanya bisa mengurangi banjir di kawasan hulu, tetapi juga mengurangi kekeringan di kawasan hulu dan tengan. Selain itu dengan memanen air hujan juga mengisi air tanah. Air yang diperoleh dari memanen air hujan tersebut juga dapat dikonsumsi.

”Dari sejumlah penelitian yang dilakukannya diketahui rata-rata tingkat derajat keasaman air hujan mencapai 7,2 hingga 7,4. Jadi saat ini tantangannya adalah merubah pola pikir masyarakat yang semula tidak peduli air hujan untuk lebih peduli sebab banyak manfaat yang bisa diambil dari air hujan,” tandas Maryono.(yudhis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here