Home Berita Pameran Wajah Wartawan Sepuh Dalam Drawing di Tembi

Pameran Wajah Wartawan Sepuh Dalam Drawing di Tembi

554
0
SHARE

BANTUL, tiras.co – Wajah-wajah para wartawan sepuh yang tergabung dalam Paguyuban Wartawan Sepuh (PWS) Yogyakarta bakal ditampilkan dalam pameran drawing karya Vincensius Dwimawan alias Si Us di Tembi Rumah Budaya, Jalan Parangtritis Km 8,5 Bantul-DIY, 11-13 Januari 2019 nanti.

Koordinator penyelenggara pameran Ons Untoro menjelaskan, pameran akan dilaksanakan pada Jumat, 11 Januari 2019 petang Pkl 18.00 WIB, dibuka oleh budayawan Emha Ainun Najib, yang semasa mudanya pernah menjadi wartawan di Harian Masa Kini, Yogyakarta. “Pameran hanya belangsung selama tiga hari hingga 13 Januari 2019,” kata Ons.

Pameran drawing menggunakan media kertas, menampilkan wajah-wajah wartawan atau yang dalam hidupnya pernah bergulat sebagai wartawan, dan dalam perkembangan selanjutnya mempunyai jalan hidup lain. “Tapi kegiatan menulis tidak sepenuhnya ditinggalkan,” tutur Ons.

Menurut Ons, ada lebih dari 100 orang anggota PWS, tapi tidak semuanya digambar oleh Si Us. “Hanya 70 wartawan yang wajahnya digambar oleh Si Us,” sebutnya.

Dari mereka itu di antaranya Ashadi Siregar, yang dikenal sebagai novelis, ahli komunikasi dan sekaligusi guru para wartawan. Oka Kusumayudha, yang hidupnya sepenuhnya untuk profesi wartawan. Emha Ainun Najib, budayawan. Dan Butet Kartardjasa, seorang aktor, yang semasa mudanya pernah menjadi wartawan. Imam Anshori Saleh, sekarang berprofesi sebagai pengacara dan pernah menjadi Wakil Ketua Komisi Yudisial. “Semasa mudanya ia pernah jadi wartawan,” tutur Ons.

Para wartawan yang wajahnya digambar itu bukan hanya mereka yang tinggal di Yogya, tapi ada pula yang di luar kota Yogya, seperti Albert Kuhon (Jakarta), Rismuji (Bekasi), Richad Napitupulu (Bandung). Mereka itu berproses sebagai wartawan di Yogya, dan kemudian pindah ke Jakarta dan kota lain untuk terus menjadi wartawan di sana. “Hanya Richad yang berbeda, dia meneruskan cita-citanya menjadi seorang engineer, yang membangun Jalan Tol Trans Jawa,” jelasnya.

Ons mengakui, dari anggota PWS yang wajahnya bisa dinikmati dalam karya drawing, memang kebanyakan tinggal di Yogya, dan sebagian besar sudah pensiun sebagai wartawan. “Tapi kegiatan menulis tidak berhenti. Ada yang masih aktif sebagai wartawan, dan tidak hanya dari media cetak, tapi ada dari media audio visual, seperti dari TVRI Yogya dan YogyaTV, dan auidio dari RRI Yogya,” sebutnya.

Menurutnya, Si Us sebenarnya tidak hanya menggambar khusus para wartawan, tetapi juga para seniman di Yogya. Namun untuk periode pertama drawing khusus untuk wartawan yang tergabung dalam PWS yang dipamerkan. Nantinya menyusul wajah-wajah seniman yang digambar juga akan dipamerkan.

Dalam pembukaan pameran drawing nanti juga akan diluncurkan buku profil wartawan anggota PWS, dengan ilustrasi drawing karya di Si Us yang dipamerkan. Acara diisi diisi pembacaan puisi dan pertunjukan musik. bambang sk

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here