Home Berita Paguyuban Pengemudi Becak DIY Minta Danais untuk Membuat Becak Hybrid

Paguyuban Pengemudi Becak DIY Minta Danais untuk Membuat Becak Hybrid

435
0
SHARE
?

JOGJA, tiras.co – Paguyuban pengemudi becak DI Yogyakarta (DIY) minta agar Pemprov DIY memberi dana keistimewaan (Danais) sebesar Rp 55 miliar untuk beaya pembuatan becak hybrid untuk 5500 pengemudi becak di wilayah DIY.

“Pemerintah jangan diskriminasi pada tukang becak,” ucap penasihat paguyuban pengemudi becak DIY Brotoseno dalam diskusi bertema Solusi Permasalahan Becak Kayuh dan Becak Motor (Bentor) di DPRD DIY, Jumat (7/12/2018). Tampil pula berbicara Wakil Ketua DPRD DIY Dharma Setiawan dan dari Dinas Perhubungan DIY diwakili Kepala Bidang Angkutan Darat Hari Agus Triyono.

Brotoseno menilai selama ini Pemprov DIY sengaja membiarkan becak kayuh bersaing dengan motor online, sehingga penghasilan para tukang becak berkurang. Padahal, baik becak kayuh maupun Bentor merupakan moda transportasi wisata di Yogyakarta.

Ia juga sampaikan, Danais hanya digunakan untuk urusan kebudayaan dan ke luar negeri saja. “Kami minta dana pemerintah untuk pengemudi becak,” tandas Brotoseno yang menghadirkan becak hybrid menggunakan tenaga baterai. Diharapkan kehadiran becak hybrid yang pembuatannya memakan beaya Rp 15 juta per-unit ini bisa sebagai solusi pengganti Bentor yang dilarang pemerintah, selain memuliakan para pengemudi becak kayuh.

Ia sebutkan jumlah pengemudi becak kayuh dan Bentor di DIY mencapai 5500 orang. Karena itu untuk membangun becak hybrid butuh alokasi Danais senilai Rp 55 miliar. “Kalau becak hybrid diproduksi secara massal beaya pembuatannya bisa ditekan hanya Rp 10 juta per-unit,” jelasnya. bambang sk

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here