Home Berita PAD Sleman Turun Rp 347 Miliar Akibat Wabah

PAD Sleman Turun Rp 347 Miliar Akibat Wabah

183
0
SHARE
Kusniati. (tiras.co/istimewa)

SLEMAN, tiras.co – Pemerintah Kabupaten Sleman memperkirakan, dampak pandemi Covid-19 mengakibatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2020 turun lebih dari Rp 347 miliar.

Penurunan sebanyak itu, diperhitungkan jika wabah corona berakhir bulan Juni mendatang. Namun, jika berakhirnya sampai beberapa bulan lagi, penurunan akan lebih besar.

Menurut Kepala Bidang Penagihan dan Pengembangan Badan Keuangan Dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Sleman, Kusniati SE MM, tahun 2020 ini, PAD Kabupaten Sleman ditargetkan sebesar Rp 944,3 miliar. Target PAD, sebagian besar berasal dari sektor pariwisata dan berbagai jenis pajak dan retribusi.

Namun, dengan adanya pandemi,mengakibatkan berbagai kegiatan sektor pariwisata lumpuh. Padahal, lumpuhnya sektor wisata tersebut juga berdampak pada lesunya jasa hotel dan restoran.

”Sejak Maret lalu di Sleman banyak hotel dan restoran yang tidak operasional karena sepinya tamu. Pemkab membuat kebijakan khusus, berupa pemberian keringanan pajak hotel dan restoran hingga 100 persen atau bebas.

Lumpuhnya pariwisata, hotel dan restoran tersebut juga mengakibatkan pendapatan Pemkab dari sektor parkir tidak ada pemasukan,” tutur Kusniati.

Tak Tercapai

Dengan berbagai pertimbangan tersebut, BKAD Kabupaten Sleman memperkirakan PAD tahun 2020 tidak akan mencapai target, bahkan justru akan mengalami penurunan hingga Rp 347,3 miliar.

Prediksi penurunan PAD sebanyak itu, dengan asumsi pandemi Covid-19 bisa berakhir pada bulan Juni mendatang. Tetapi, jika berakhirnya mundur hingga beberapa bulan lamanya, maka, PAD lebih berkurang lagi.

Kusniati menambahkan, mengingat pandemi membawa berbagai dampak lain, terurama sosial dan ekonomi, Pemkab Sleman semakin serius berupaya mengendalikan merebaknya virus mematikan tersebut.

Langkah yang dilakukan, di antaranya anggaran berbagai instansi terpaksa dipangkas untuk biaya pengendalian virus corona.

”Pemangkasan dana bukan hanya untuk biaya kegiatan bidang medis tetapi juga untuk membantu masyarakat miskin maupun masyarakat yang terkena dampak ekonomi akibat merebaknya virus corona,” tandasnya.(Ambardi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here