Home Senggang Obwis Seribu Batu Songgo Langit Mangunan Sejahterakan Warganya

Obwis Seribu Batu Songgo Langit Mangunan Sejahterakan Warganya

295
0
SHARE
OBWIS: Lokasi objek wisata Songgo Langit Bantul. tiras.co/bambang sk

BANTUL, tiras.co – Berkat aktivitas pariwisatanya berkembang pesat, warga Dlingo dan Mangunan, Bantul yang dulunya miskin, kini berubah hidup sejahtera. Pengubah kehidupan warga tersebut adalah setelah dikelolanya Objek wisata Seribu Batu Songgo Langit Mangunan.
Wakil Ketua DPRD DIY Suharwanto mengungkapkan, tiga-empat tahun lalu dikenal sebagai daerah nasabah bandel, tabungannya paling minim, tapi sekarang angsurannya paling lancar dan tabungannya paling banyak.
“Ini riil,” ungkapnya dalam Forum Diskusi Wartawan di Obyek wisata Seribu Batu Songgo Langit Mangunan, Bantul, Rabu (11/12/2019). Diskusi bertema Inovasi Destinasi Wisata Berkelanjutan untuk Tingkatkan Kunjungan Wisatawan, diselenggarakan Sekretariat DPRD DIY, dengan dihadiri Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharjo serta Aris Purwanto selaku Pengelola Destinasi Wisata Seribu Batu Songgo Langit.
Suharwanto mengakui pariwisata terbukti menjadi kekuatan untuk mengentaskan kemiskinan warga. Kalau kemiskinan di DIY sendiri menunjukkan angka 11,7 persen di atas rata-rata nasional, maka Kecamatan Dlingo yang dulu masuk 15 kantong kemiskinan, kini sudah bergeser membaik. Maka, baik Suharwanto, Singgih Raharjo maupun Aris Purwanto sepakat sektor pariwisata harus menjadi kekuatan utama di Provinsi DIY, apalagi DIY memiliki daya tarik beragam destinasi wisata alam maupun buatan.
Singgih mengatakan dengan dibukanya bandara baru di Kulonprogo, maka tidak ada alasan lagi pesawat dari luar negeri berbadan besar tidak bisa mendarat di DIY. Seiring dengan tren pariwisata, Dinas Pariwisata DIY bersama pengelola Seribu Batu, kini membuat destinasi baru di tempat itu berupa glamour camping. Diharapkan nantinya wisatawan dapat menikmati pengalaman tidur di hutan pinus dengan fasilitas rasa hotel berbintang.
Menurutnya, untuk sementara tersedia lima unit tenda. Di lokasi ini juga dibuat resto kaca. Dinas Pariwisata DIY merekomendasikan destinasi wisata ini tidak perlu mengejar jumlah wisatawan, tapi meningkatkan kualitasnya. Aris menyebut pengembangan pariwisata berbasis masyarakat selama ini sudah mulai berjalan. bambang sk

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here