Niken Sekeluarga Pamerkan Karya Lukis di Tiga Roepa Galeri

    42
    0
    SHARE
    22family
    PAMERAN LUKIS: Suasana pembukaan pameran lukisan karya Niken Sarwosih dan anak-anaknya di Tige Roepa Galery Yogyakarta. (tiras.co/Ist)

    JOGJA, tiras.co – Pameran lukis karya keluarga Niken Sarwosih dipamerkan di Tiga Roepa Galeri dan Kafe Jalan Pandega Marta 43 Yogyakarta, 20-30 November 2020, mengusung tema “Roepa Keluarga, Family Art Exhibition”.
    Lukisan yang dipamerkan selain karya Niken, sang ibu rumah tangga, juga karya keempat anaknya, masing-masing Nindya Devita, Nissa Larasati, Syania Shabrina dan Fadhlih Y. Ramadhan. Karya mereka dituangkan di atas kanvas dalam berbagai ukuran, kombinasi cat minyak dan akrilik. Sehingga menampilkan dan mengekspresikan jiwa polos anak-anak yang merdeka, hingga goresan remaja dan dewasa tentang keindahan flora, perilaku satwa dan fauna.
    Sejak mulai diperkenalkan ke publik sebagai sebuah galeri dan kafe, Tiga Roepa memang mendedikasikan ruangnya bagi para pencinta dan pelaku seni budaya untuk mereka berkesempatan memamerkan karya-karyanya. Diawali pameran lukisan tunggal mendiang pelukis wanita Indonesia Ida Hadjar, yang merupakan Ibu dari Dennis Yapsir, pemilik Tiga Roepa Galeri dan Kafe pada Juni 2020 yang lalu, galeri ini hingga kini telah menggelar lebih kurang tujuh pameran.
    Pelukis Ida Hadjar telah membuahkan energi dan semangat bagi anak-anak yang tinggal di seberang jalan, di depan rumahnya. “Mereka tidak hanya mengenal seni lukis, tetapi Ida telah membuat mereka merdeka jiwanya,” tutur Dyan Anggraini, seorang pelukis yang menuliskan pengantarnya dalam pameran keluarga ini.
    Pelukis Niken mengatakan sebagian lukisan karya anaknya yang dipamerkan dilukis pada saat masih duduk di bangku TK dan SD. Sedangkan karyanya sendiri dibuat beberapa tahun terakhir setelah anak-anaknya menginjak dewasa.
    Menyaksikan pameran ini, pengunjung diajak menikmati jejak perjalanan seorang ibu dalam mendampingi anak-anaknya bertumbuh. Karya anak-anak menggambarkan aktivitas ibu yang terdokumentasikan di atas kanvas hingga aneka media lainnya, seperti tampah bambu. Bukan teknik lukis yang perlu disimak , melainkan semangat perhatian seorang Ibu dalam menyediakan ruang, waktu dan diri seutuhnya bagi jiwa anak-anaknya.
    “Kami hanya menyediakan kanvas dan cat, selebihnya anak-anak sendiri yang melukiskan pikiran, perasaan dan ekspresinya” tutur Niken.
    bambang sk

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here