Home Senggang Nguras Enceh di Makam Raja-raja Imogiri Tetap Diminati

Nguras Enceh di Makam Raja-raja Imogiri Tetap Diminati

848
0
SHARE
Enceh
Tradisi Nguras Enceh tetap diminati wisatwan. (tiras.co/bambang sk)

BANTUL, tiras co – Upacara nguras enceh atau membersihkan genthong di Makam Raja-raja Mataram Hastorenggo, Kecamatan Imogiri, Bantul-DI Yogyakarta diikuti ratusan orang, Jumat (22/9/2017). Dalam ritual itu, mereka berebut air bekas cucian genthong.

Upacara dipimpin Pengageng Makam Raja-Raja Mataram, Imogiri KRT Hasto Ningrat. Tradisi itu disaksikan pula wisatawan asing. Ritual ini dilaksanakan setahun sekali tiap bulan Sura, pada Jumat atau Selasa Kliwon pertama. Konon air kurasan itu bertuah dan baik untuk menyirami tanaman atau padi di sawah.

Empat genthong di pintu masuk makam Sultan Agung , setiap tahun dikuras. Keempat genthong yang disakralkan itu adalah Nyai Danumurti, Kiai Danu Moyo, Kiai Mendung dan Nyai Siyem. Air kurasan ini juga dipercaya untuk pengobatan dan bisa awet muda bila untuk cuci muka.

Tumenggung Raden Pringgo Dipuro, juru kunci makam setempat, menjelaskan keberadaan mengenai air di empat genthong di depan pintu masuk makam Sultan Agung itu, yang sebenarnya untuk wudlu para ziarah yang hendak melaksanakan sembahyang di makam. Dan, saat menjalankan sembahyang salat dalam keadaan suci. Air genthong yang selama setahun tak dikuras, dikatakan mengandung khasiat ampuh. Karena itu, setiap nguras enceh selalu dibanjiri pengunjung, untuk mendapatkan air kurasan.

Menurutnya, meski air enceh diperebutkan banyak orang, namun air dalam genthong tersebut tidak habis. “Seperti mata air di mana airnya mengalir terus,” katanya.

KRT Hasto Ningrat menyebutkan air kurasan dipercaya bisa untuk menyembuhkan bermacam penyakit, seperti sakit perut, pusing-pusing dan gatal-gatal. “Bila diminum atau untuk cuci muka, selain bisa untuk obat awet muda, juga bisa utnuk menyelesaikan masalah keluarga,” tuturnya.

Narti, warga Pandak, Bantul mengaku, tiga tahun terakhir ini selalu datang mengukuti upacara nguras enceh. Setiap menyaksikan upacara tersebut, ia selalu membawa pulang air kurasan untuk membasuh kedua anaknya agar tidak nakal dan pintar di sekolah.

bambang sk

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here