Home Berita Negara Jangan Sampai Dikendalikan Industri Rokok

Negara Jangan Sampai Dikendalikan Industri Rokok

498
0
SHARE

JOGJA, tiras.co – Tarif cukai rokok yang saat ini ditetapkan pemerintah masih lebih rendah dari anjuran WHO yang minimal 66 persen. Selain itu, harga rokok di Indonesia dinilai sangat murah. “Uang saku anak sekolah terjangkau untuk beli rokok. Karena itu, harga rokok perlu dinaikkan beberapa kali lipat untuk mengurangi konsumsi rokok,” kata Dr Abdillah Ahsan, staf pengajar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (UI) Jakarta dalam paparannya pada diskusi bertema “Urgensi Kenaikan Cukai Tembakau Bagi Indonesia di KJ Hotel Yogyakarta, Kamis (7/6/2018).

Dalam acara yang diselenggarakan Muhammadiyah Tobacco Control Center (MTCC) UMY, Abdillah menjelaskan bahwa perekonomian Indonesia tidak tergantung dari rokok. “Cukai rokok bukan penerimaan negara, tapi instrumen pengendalian. Jadi, kita tidak boleh terima kasih pada industri rokok. Jangan sampai negara dikendalikan industri rokok,” ingatnya.

Ketua MTCC UMY, Winny Setyonurgoho PhD menyebutkan, bisnis tembakau dan rokok sebagai bisnis yang menguntungkan dan berpengaruh besar bagi negara. Ini karena memiliki berbagai multiplier effect dengan berbagai kalangan. Mulai dari petani tembakau dan cengkeh, para buruh pabrik rokok hingga pedagang-pedagang asongan. “Keadaan inilah menyebabkan persaingan industri rokok semakin ketat, baik antarperusahaan atau antarnegara,” katanya.

Rokok sebagai produk olahan tembakau, adalah produk yang harus dibatasi atau dihambat konsumsinya karena berdampat buruk bagi kesehatan. “Kenaikan tarif cukai yang tinggi bisa menjadi instrumen pengendalian konsumen rokok,” ujarnya.

bambang sk

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here