Home Berita Musim Hujan, Waspada Demam Berdarah

Musim Hujan, Waspada Demam Berdarah

34
0
SHARE
19profadi
Prof Adi Utarini /Ist

JOGJA, Tiras.co – Peneliti Utama World Mosquito Program (WMP) Yogyakarta, Prof Adi Utarini minta masyarakat lebih waspada terhadap Demam Berdarah Dengue (DBD) di musim penghujan sekarang ini.
Ia menyebutkan kasus dengue mengalami kenaikan. Hingga 27 Oktober 2020 lalu, data Kementerian Kesehatan menunjukkan peningkatan kasus dengue hingga mencapai 93.178 kasus dengan 645 kasus kematian.
Prof Uut, sapaan akrabnya, menambahkan, dari aspek manusia untuk mencegah dengue yakni dengan menjalankan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), asupan gizi yang seimbang, termasuk olah raga rutin dan istirahat yang cukup.
Hal yang sama disampaikan pakar Entomologi WMP Yogyakarta, Warsito Tantowijoyo PhD. Ia menyampaikan, di musim penghujan biasanya terjadi kenaikan populasi nyamuk. Hal ini ditambah dengan fenomena La Nina bulan November yang berpengaruh terhadap tingginya curah hujan di Indonesia.
”Di musim penghujan, banyak genangan air yang bisa menjadi tempat berkembang biaknya jentik nyamuk,” tutur Warsito.

Bersihkan Lingkungan
Prof Uut menuturkan, banyak cara yang bisa dilakukan untuk menekan DBD, mulai dengan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), 1 Rumah 1 Jumantik, dan fogging. Namun saat ini, WMP Yogyakarta melakukan pelepasan nyamuk Aedes aegypti berwolbachia untuk mengurangi kasus DBD di Kota Yogyakarta. ”Kami mengembangkan teknologi Wolbachia, yang telah terbukti efektif menghambat replikasi virus dengue di dalam tubuh nyamuk Aedes aegypti,” ujarnya.
Manfaat nyamuk berWolbachia telah dirasakan warga di wilayah pelepasan bahkan pihaknya memperluas sebarannya ke wilayah yang belum mendapat nyamuk berwolbachia atas permintaan warga dan perangkat pemerintah setempat.
Penelitian selama 3 tahun telah menunjukkan hasil efikasi Wolbachia, bahwa Wolbachia efektif menurunkan 77% kejadian dengue di area intervensi dibandingkan dengan di area pembanding.
Hingga saat ini, WMP Yogyakarta telah menyebarkan ribuan ember berisi telur nyamuk Aedes aegypti berwolbachia dititipkan di rumah penduduk, kurang lebih selama 4 – 6 bulan, hingga persentase Wolbachia established di angka 60%.
Perluasan manfaat Wolbachia melalui penitipan ember berisi telur nyamuk berwolbachia di rumah penduduk dan fasilitas umum sudah berlangsung di 29 Kelurahan di 15 Puskesmas.
Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, drg Yudiria Amelia, menambahkan memasuki musim penghujan, Dinas Kesehatan mengingatkan Puskesmas-puskesmas untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar lebih waspada terhadap dengue.
Ia juga mengimbau masyarakat, jika ada gejala DBD atau Covid-19, segera langsung datang ke fasilitas kesehatan terdekat, agar mendapat tindakan medis.
yudhistira

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here