Home Berita Muncul Sinyal Kewaspadaan Isu SARA yang Ditiupkan Lewat Politik dan Moral

Muncul Sinyal Kewaspadaan Isu SARA yang Ditiupkan Lewat Politik dan Moral

373
0
SHARE

SLEMAN, tiras.co – Rektor Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Dr. Gregorius Sri Nurhartanto, SH., LL.M, dalam sambutannya saat Wisuda Periode II Tahun Akademik 2018/2019 pada Sabtu, 23 Februari 2019 di Auditorium Kampus 2 Gedung Thomas Aquinas, Babarsari mencermati sinyal-sinyal kewaspadaan terhadap politik dan moral dengan tumbuhnya isu-isu kebohongan yang ditiupkan lewat SARA.

“Jangan ikutan bodoh dan konyol, apalagi terus menyebar meme fitnah, ujaran kebencian, hoax,” ujar Nurhartanto.
Kebodohan harus dilawan apalagi yang bersembunyi atas nama agama. Karena agama juga bisa jadi alat yang kejam untuk membunuh nalar dan kemanusiaan kita. Musuh kemanusiaan bukanlah kebodohan, tetapi orang yang (mungkin) pintar, berpendidikan tinggi, beragama, namun culas.

Bagaimanapun, bipolarsisasi politik yang sengaja dipelihara oleh beberapa pihak saat ini telah bergeser menjadi dualisme politik. Kondisi inilah yang membahayakan masa depan. Bukan pemerintahan diktator sentralistis, bukan pula perluasan atau penciutan peran negara secara ekstrem, namun lebih karena tak terkendalinya fragmentasi sosial.

“Butuh pemimpin yang benar-benar berwatak seorang negarawan. Pemimpin harus menjadi partner bagi mereka yang dipimpin. Pemimpin tak lagi bisa memimpin hanya berdasarkan kekuasaan struktural belaka,” jelas Nurhartanto.

Di akhir sambutannya, Rektor UAJY berpesan bahwa kesuksesan dalam dunia kerja tidak hanya ditentukan oleh prestasi akademik semata. Masih diperlukan level pendidikan kehidupan yang lebih tinggi dan lebih sulit dibandingkan dengan ketika kuliah di UAJY. Inilah yang dinamakan pendidikan sepanjang hayat di kampus kehidupan nyata-Real Life University, yang penuh dengan dinamika. Namun demikian, janganlah takut dan tetaplah menjaga semangat untuk selalu berjuang bagi kehidupan yang lebih baik di masa depan.

“Selamat memasuki dunia kerja, membangun karir dan kehidupan yang bermartabat dan dapat membawa berkat, kesejahteraan, perdamaian dan keadilan tidak hanya bagi diri pribadi namun juga orang lain. Jangan lupa untuk tetap menjalin hubungan yang akrab dengan almamater dan kampus UAJY tercinta,” tutup Nurhartanto mengakhiri sambutan. */soni

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here