Home Berita Muhammadiyah Manfaatkan Kemajuan Digital untuk Dakwah

Muhammadiyah Manfaatkan Kemajuan Digital untuk Dakwah

931
0
SHARE

JOGJA, tiras.co – Muhammadiyah berupaya menguasai dunia digital dan memanfaatkannya dengan bijak untuk berdawah serta menyampaikan pesan-pesan Islam sebagai alternatif di tengah kurangnya pemahaman Islam di masyarakat.

Ketua Umum Pmpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir menyampaikan itu pada pembukaan Pengajian Ramadhan Pimpinan Pusat Muhammadiyah 1439 bertema “Keadaban Digital: Dakwah Pencerahan Zaman Milenial” di UMY, Kamis (24/5/2018).

Dalam kesempatan itu dilaunching buku Himpunan Putusan Tarjih (HPT) Jilid 3 oleh Prof Syamsul Anwar dari Majlis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Buku Himpunan Putusan Tarjih ini merupakan kumpulan dari empat hasil Musyawarah Nasional Majlis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah Ke- 26, 27, 28, dan 29. Juga, diluncurkan buku Konstruksi Pemikiran Politik Ki Bagus Hadikusumo “Islam, Pancasila dan Negara”, serta penyerahan beasiswa doktor Muhammadiyah kepada tiga mahasiswa baru UMY angkatan 2018-2019. Kketiganya berasal dari pesantren/panti asuhan Muhammadiyah/Aisyiyah yang telah lolos seleksi beasiswa.

Lebih lanjut Haedar mengakui kemajuan media digital sangat pesat, penyebaran informasi juga bisa dilakukan dengan mudah dan secara singkat. Maka, keadaan ini harus bisa dimanfaatkan untuk melakukan syiar Islam ke masyarakat zaman milenial. “Pada keadaan yang serba cepat ini kita harus bisa menghadirkan dakwah, tabligh dan pesan- pesan Islam lewat media-media baru yang ada dengan lebih masif daripada orang lain,” ajaknya.

Ia mengandaikan perkembangan teknologi digital seakan mampu mengubah sifat manusia dalam berinteraksi di masyarakat. Media digital mengakibatkan lunturnya orientasi nilai, menghilangkan nalar rasa dan nalar spiritual. Hubungan relasi paguyuban berganti menjadi hubungan yang lebih individualis. Dunia digital merupakan dunia maya. Realitas yang ada merupakan realitas bentukan, tetapi nyata. “Orang menjadi terpolarisasi dalam afilisasi kelompok-kelompok. Inilah dunia simulacra,” sebutnya.

Haedar menyerukan untuk cerdas dalam menerima dan memberikan informasi di dunia maya. Untuk selalu tabayun ketika mendapatkan informasi. Ini dilakukan untuk mengantisipasi tersebarnya informasi palsu atau hoax. “Ketika kita dapat informasi yang berasal dari digital, jangan langsung meneruskan informasi tersebut ke orang lain, tabbayun harus kita lakukan, jangan sampai informasi yang kita sebarkan itu hoax,” ingatnya.

bambang sk

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here