Home Berita Motor Wajib Nyalakan Lampu Utama

Motor Wajib Nyalakan Lampu Utama

123
0
SHARE
Dirlantas Polda Jateng, Kombes Pol Arman Achdiat. tiras.co/ist

JOGJA, tiras.co – Pengendara sepeda motor wajib menyalakan lampu motornya pada pagi hari, siang, maupun malam. Kewajiban menyalakan lampu motor ini berlaku di seluruh Indonesia, menyusul keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menolak permohonan uji materi UU No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

Hal itu terkait dengan penggunaan lampu utama sepeda motor saat siang hari, setelah gugatan yang diajukan oleh dua mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Kristen Indonesia (UKI) Jakarta, karena kena tilang tidak menyalakan lampu.

Sebagaimana diketahui, pada sidang yang dilakukan pada Jumat (25/6), Ketua MK Anwar Usman membacakan putusan sidang yang menolak secara keseluruhan permohonan pergantian frasa ‘siang hari’ menjadi ‘sepanjang hari’ agar memberikan kepastian hukum kapan waktu menyalakan lampu depan kendaraan bermotor bersifat ambigu.

Gugatan yang dimohonkan oleh dua mahasiswa UKI terjadi usai keduanya ditilang karena tidak menyalakan lampu utama motor, dinilai tidak beralasan menurut hukum. Dan Ketua MK Anwar Usman menolak permohonan para pemohon untuk seluruhnya. Dalam putusan sidang itu Anwar Usman menyatakan kewajiban menyalakan lampu sepeda motor pada siang hari sudah final.

Keputusan Final

Menanggapi putusan itu Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jateng, Kombes Pol Arman Achdiat menyampaikan kewajiban menyalakan lampu sepeda motor pada siang hari sudah menjadi keputusan final dan mengikat. ”Tidak perlu diperdebatkan lagi. Pengendara sepeda motor wajib menyalakan lampu di siang hari,” ujar Arman Achdiat.

Ia mengatakan ketentuan makin kuat dan jelas bahwa pengendara sepeda motor wajib menyalakan lampu kendaraan. Menurutnya, pertimbangan MK menolak gugatan tersebut karena makna ‘siang hari’ harus dilekatkan dengan keadaan pada saat hari terang. Mahkamah menilai bahwa tidak diperlukan pembagian pagi-siang-petang atau sore untuk memaknai dua pasal tersebut.

Kewajiban pengendara sepeda motor harus menyalakan lampu utama pada siang hari agar dapat diantisipasi oleh pengendara lain untuk mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas.

”Jika pagi dan petang dimaknai tidak termasuk dalam siang hari yang dimaksud oleh Pasal 107 Ayat (2) UU LLAJ dan kendaraan sepeda motor belum/tidak diwajibkan menyalakan lampu utama, kecelakaan akibat gagal mengantisipasi adanya sepeda motor akan sering terjadi pada pagi dan petang,” papar Arman mengutip amar putusan hakim MK.

Sebagai aparat penegak hukum, jajaran lalu lintas Polda Jateng akan melaksanakan perintah undang-undang sebaik-baiknya. Dasar pertimbangannya pun jelas, supaya kecelakaan di jalan bisa diminimalisasikan.

Jajaran Ditlantas Polda Jateng berharap bisa mewujudkan lalu lintas yang aman, nyaman dan selamat serta sehat di wilayah hukum Polda Jateng. Sehat juga perlu ditekankan, bukan saja karena wabah Covid-19, tetapi sepanjang waktu diharapkan tidak terjadi penularan penyakit saat warga berada di jalan.

Ia menyebutkan bunyi Pasal 293 ayat (2) UU LLAJ, setiap orang yang mengemudikan sepeda motor di jalan tanpa menyalakan lampu utama pada siang hari sebagaimana dimaksud dalam Pasal 107 ayat (2) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 15 hari atau denda paling banyak Rp 100.000. Menurutnya, aturan itu dibuat untuk keselamatan bersama.(bambang sk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here