Home Berita Momentum Asian Games, Jaga Generasi Muda dari Jeratan Rokok

Momentum Asian Games, Jaga Generasi Muda dari Jeratan Rokok

494
0
SHARE

BANTUL, tiras.co – Tiga organisasi Muhammadiyah siap berperan aktif merealisasikan kenaikan harga dan cukai rokok yang optimal, sebagai instrumen efektif pencegah perokok pemula di Indonesia.

“Bersama Tim Ekonomi Muhammadiyah dan Ikatan Pelajar Muhammadiyah, kami berjuang untuk merealisasikan peningkatan pajak rokok yang optimal di Indonesia, untuk menurunkan aksesibilitas terhadap rokok,” kata praktisi kedokteran keluarga dan kesehatan global dari Muhammadiyah Tobacco Control Center UMY, dr April Imam Prabowo kepada pers di Kampus Pascasarjana UMY, Selasa (21/8).

Tiga organisasi Muhammadiyah ini memperihatinkan fenomena bayi perokok di Indonesia yang terjadi beberapa hari lalu, yakni kasus RAP, bayi usia 2,5 tahun di Sukabumi yang kecanduan rokok. Kasus ini disebutnya bukan yang pertama karena pada 2010 hal serupa pernah terjadi. Selain itu, meningkatnya jumlah perokok pemula usia 15-19 tahun yang dari tahun ke tahun meningkat, Di mana remaja laki-laki perokok berjumlah hingga lebih dari 54,8% dari total perokok di Indonesia (Kemenkes RI, 2017). “Hal tersebut merupakan tamparan bagi kita semua dan tragedi bagi bangsa,” katanya.

Ketua Umum PP Ikatan Pelajar Muhammadiyah, Velandani Prakoso, SIP menyebutkan, konsumsi tembakau di Indonesia meningkat pesat dalam 3 tiga puluh tahun terakhir, yang disebabkan beberapa faktor. Di antaranya tingginya angka pertumbuhan penduduk, harga rokok yang relatif murah dan mudahnya anak-anak membeli rokok. Juga, kebebasan menjual rokok eceran atau batangan serta penjualan rokok di warung-warung dekat sekolah. “Kami yakin, akses yang begitu mudah terhadap rokok menjadi ancaman serius bagi upaya kesehatan publik, terutama anak-anak yang menjadi generasi emas masa depan bangsa,” katanya.

Karena itu, pada momentum pasca Perayaan Kemerdekaan RI ke 73 yang menjadi bukti perjuangan bangsa, kemudian euforia digelarnya ajang bergengsi Asian Games 2018 yang menjunjung kebugaran dan kesehatan fisik dan mental serta sportivitas dan kolaborasi tim. Maka, sebagai warga negara yang baik wajib aktif berperan dalam menjaga generasi muda bangsa ini agar tidak terkena dampak rokok, dan merdeka dari jeratan rokok untuk menghasilkan bangsa yang cemerlang.

Pakar ekonomi Muhammadiyah Economic Team, Diah Setyawati Dewanti, SE, MSc, PhD menyarankan, untuk menurunkan jumlah perokok pemula dan menghapus ‘jalan tol’ antara produksi dan konsumsi rokok, maka strategi berikut harus dieksekusi dengan dukungan pemerintah. Pertama, naikkan harga rokok dengan cara menaikkan cukai rokok. Kedua, penegakan kawasan tanpa rokok (KTR), termasuk kawasan rumah bebas asap rokok, juga kawasan bebas asap rokok di dalam gedung. Ketiga, larangan penjualan rokok eceran atau batangan. Keempat, larangan total iklan, promosi, dan sponsor rokok berupa baliho, spanduk maupun media lainnya. “Tutup tampilan area produk rokok di setiap warung, toko atau supermarket, sehingga anak-anak tidak terpapar dengan produk rokok,” ujarnya.

bambang sk

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here