Home Berita Meski Pandemi, Minat Masyarakat Berasuransi Meningkat

Meski Pandemi, Minat Masyarakat Berasuransi Meningkat

88
0
SHARE
Kesibukan di AXA Mandiri. (Foto:tiras.co/ist)

JOGJA, tiras.co – Menghadapi dinamika perekonomian nasional di saat pandemi Covid-19, PT AXA Mandiri Financial Services (AXA Mandiri) terus melakukan berbagai terobosan antara lain memperkuat infrastruktur layanan dan proses bisnisnya.

Dengan memberi pembekalan para tenaga pemasaran dengan pengetahuan yang menyeluruh mengenai produk dan serangkaian proses yang harus dilalui. Dengan berbagai teribosan tersebut ternyata usaha yang dilakukan bisa membuahkan hasil yang gemilang.

Direktur PT AXA Mandiri Financial Services Rudy Kamdani, dalam rilisnya yang diterima redaksi tiras.co mengungkapkan meski pandemi Covid-19 membawa dampak buruk di semua sektor bisnis, namun tidak semua kinerja asuransi ikut meredup.

Bahkan pandemi justru mreningkatkan kesadaran masyarakat Indonesia tentang manfaat berasuransi sehingga minat masyarakat untuk berasuransi, baik asuransi jiwa, maupun kesehatan justru meningkat tajam.

”Peningkatan minat masyarakat dalam berasuransi setidaknya dapat dilihat dari data yang dimiliki oleh Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) yang menyebutkan bahwa, kuartal I tahun 2020 terdapat peningkatan jumlah tertanggung yang mengalami kenaikan sebesar 20,3%, dari 53,17 juta menjadi 63,97 juta orang sedangkan Total Uang Pertanggungan juga naik 5,6%, dari Rp 3.859,45 triliun menjadi Rp 4.073,79 triliun,” papar Rudy.

Kenaikan jumlah orang tertanggung dan kenaikan pertanggungan yang cukup signifikan membuktikan di saat pandemi ini, kesadaran masyarakat terhadap manfaat berasuransi, justru mengalami peningkatan. Kendati pandemi Covid-19 telah menekan perekonomian nasional, di sisi lain, minat masyarakat untuk berasuransi, baik perlindungan asuransi jiwa maupun kesehatan, terus meningkat.

Hal inilah yang ditangkap AXA Mandiri, untuk terus melakukan penguatan proses bisnis dan sistem teknologi informasi, guna memberikan solusi perlindungan dan layanan berkualitas kepada nasabah.

Langkah tersebut sejalan dengan visi perusahaan yaitu from payor to partner, berkomitmen untuk mendampingi nasabah di setiap tahap kehidupan mereka dengan memberikan ketenangan pikiran melalui solusi perlindungan dan pelayanan yang berkualitas.

Standar Tinggi

Rudy menjelaskan AXA Mandiri Financial Services (AXA Mandiri) memperkuat infrastruktur layanan dan proses bisnis dalam menghadapi dinamika perekonomian nasional, sebagai imbas dari pandemi Covid-19. Dalam menjalankan proses bisnis, perusahaan menetapkan standar tinggi.

Salah satunya, membekali para tenaga pemasar dengan pengetahuan yang menyeluruh mengenai produk dan serangkaian proses yang harus dilalui, sebelum akhirnya mereka dapat membantu nasabah dalam merencanakan proteksi jangka panjangnya.

Cara yang dilakukan untuk memastikan kualitas tenaga pemasar, adalah dengan metode No Pass No Sell, yaitu tenaga pemasar wajib mengikuti pelatihan dan lulus tes, sebelum dapat memasarkan produk asuransi yang baru diluncurkan.

”Di samping itu, kami juga terus meningkatkan kapabilitas mereka. Tidak hanya terkait dengan pemahaman produk, tetapi juga soft-skill yang akan membantu memperkaya kualitas individu. Kami juga meningkatkan sistem teknologi informasi perusahaan. Dengan demikian dapat meningkatkan kualitas layanan kepada nasabah dan penjualan polis kami,” tandasnya.

Ia mengatakan, korporasi juga terus berkontribusi dalam membantu meningkatkan index literasi asuransi, dengan memberikan edukasi mengenai asuransi melalui serangkaian webinar yang dilakukan sejak awal pademi Covid-19.

Melalui webinar, perusahaan berupaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai perlindungan asuransi yang mereka butuhkan. Khususnya di masa seperti ini, yang memiliki dampak besar terhadap kesehatan.

Sebagai salah satu anak perusahaan asuransi bereputasi global dan anak usaha Bank Mandiri, AXA Mandiri berkomitmen memberikan layanan yang baik kepada nasabah dengan menerapkan secara ketat praktik Good Corporate Governance pada seluruh aspek pengelolaan bisnisnya.

Langkah itu dimulai dari proses pemasaran produk, pengelolaan dana nasabah, hingga pembayaran klaim kepada nasabah. Komitmen tersebut membawa meraih predikat sebagai Indonesia Trusted Company selama empat tahun berturut-turut (2016–2019) dari The Indonesia Institute for Corporate Governance (IICG) yang bekerja sama dengan Majalah SWA.

Saat ini, para Financial Advisor (FA) AXA Mandiri yang melakukan penjualan produk, dipastikan telah menjalani pelatihan dan lulus ujian sertifikasi keagenan dari Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI). Dengan demikian, para FA merupakan tenaga pemasar yang terlatih dan memiliki kompetensi yang disyaratkan oleh AAJI.

”Apabila terdapat nasabah yang merasa proses penjualan oleh FA tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku, dan nasabah tersebut dapat membuktikannya, maka FA akan dikenakan sanksi. Hal ini merupakan komitmen kami dalam menerapkan Tata Kelola Perusahaan yang baik,” tegas Rudy.

Paska penjualan polis, perusahaan juga menerapkan konfirmasi ulang kepada nasabah, untuk memastikan mereka memahami manfaat, biaya-biaya yang dikenakan dan risiko dari produk asuransi yang dibelinya.

Lebih lanjut, Rudy mengingatkan bahwa penurunan nilai investasi adalah risiko dari turunnya kinerja portofolio investasi yang menjadi underlying dari produk unit link yang dibeli.

Karena itu, penting untuk mengetahui profil risiko masing-masing untuk dapat menjaga ekspektasi nasabah dalam penegmbangan dana investasi pada produk unit link mereka. Namun demikian, perlu diketahui juga bahwa manfaat uang pertanggungan yang menjadi manfaat utama asuransi unitlink mereka tidak akan berkurang karena pengaruh pasar atau kinerja investasi.(Ambardi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here