Home Berita Mesin Cuci dan Pengering Pakaian Karya Warga Bantul Mulai Dikenal

Mesin Cuci dan Pengering Pakaian Karya Warga Bantul Mulai Dikenal

561
0
SHARE
Ashari dan msing pengering karyanya

BANTUL, tiras.co – Mesin cuci dan pengering pakaian karya warga Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta ini ternyata mampu merambah pasar nasional. Adalah Ashari (50), pencipta mesin cuci dan pengering merk Kanaba, kependekan dari Karya Anak Bantul.

Mesin cuci dan pengering karya penduduk Dusun Padangan, Desa Sitimulyo, Kecamatan Piyungan, Bantul ini dikenal di kalangan industri laundry maupun rumah sakit. Mesin cuci ciptaannya cukup canggih dan harganya terjangkau.

Ia menceritakan awal memulai usahanya membuka industry mesin cuci dan pengering pakaian. Berawal dari keprihatinan mahalnya peralatan dan sulitnya mendapatkan suku cadang mesin cuci dan pengering produk luar negeri bagi kalangan pengusaha laundry. “Pada 2009 banyak usaha laundry mengeluh dengan harga mesin cuci yang cukup mahal,” papar Ashari di rumah produksinya, Jumat (6/4/2018).

Maka, lulusan SMK 2 Yogyakarta ini mulai berpikir untuk bisa membuat mesin cuci dan pengering sendiri. “Saat itu saya ditantang seorang kawan yang mengeluhkan mahalnya mesin cuci dan pengering pakaian, yang saat itu harganya mencapai Rp12 juta, selain sulitnya mendapatkan suku cadang,” ungkapnya.

Ashari mencoba membuat model mesin pengering pakaian dengan mencontoh lemari yang memiliki tempat hanger di dalamnya. Kemudian di bawahnya diberi blower bertenaga listrik maupun gas. Karyanya itu dijual seharga Rp 3,1 juta per-unit. Namun para konsumen pertamanya mengeluh karena pakaian yang dikeringkan kaku dan sulit disetrika. Sebagai solusi, Ashari kemudian memindahkan blower di atas dan pakaian yang dikeringkan digerakkan berputar. Ternyata sistem ini bisa diterima konsumen dan tidak ada keluhan lagi.

Sukses membikin mesin pengering pakaian, diteruskan membuat mesin cuci. Berbekal pengalaman berbasis rekayasa teknik, dirinya memproduksi mesin cuci modifikasi, yang mampu menampung pakaian kotor dari 7 Kg-100 Kg kain sekali giling. Berkat kegigihan dan keuletannya, produknya diterima pasar. Tak hanya dibeli pengusaha laundry, tapi produknya juga dimanfaatkan beberapa rumah sakit, perhotel dan pabrik garmen.

Semula diakui sulit menyakinkan konsumennya karena dianggap tidak memiliki jaminan, selain produk lokal. Namun kemudian peluang datang saat rumah sakit di Purworejo mencoba memesan satu unit mesin cuci karyanya berkapasitas 16 Kg. Dan selanjutnya memesan lagi 30 unit mesin cuci berkapasitas 40 Kg. Dari sinilah nama mesin cuci dan pengering Kanaba kemudian mulai dikenal.

bambang sk

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here