Home Berita Menunggu Paus Fransiskus Sejak Subuh (2)

Menunggu Paus Fransiskus Sejak Subuh (2)

196
0
SHARE
Busana Jawa yang dikenakan AM Putu Prabantoro dan Gora Kunjana menarik perhatian Paus Fransiskus sehingga menghampiri dan bersedia membubuhkan tanda tangan berisi berkat damai untuk Indonesia. (tiras.co/istimewa)

VATIKAN, tiras.co – Sejak subuh, AM Putut Prabantoro dan Gora Kunjana sudah tiba di luar lapangan St Petrus. Akses berkontrol belum dibuka. Baru pada pukul 08.00, akses berkontrol dibuka dan karena berada pada urutan pertama, keduanya berkesempatan memilih tempat yang dianggap paling strategis untuk mendapat perhatian Paus.

Tempat yang dipilih keduanya adalah posisi kursi paling depan berhadapan langsung dengan tribun Paus. Meski demikian keduanya menyadari bahwa dapat bersalaman dengan Paus adalah persoalan mukjizat mengingat tak seorangpun bisa ”menyetir” Paus kepada siapa harus disalami. Pengecualian terjadi bagi mereka yang memang sudah direncanakan untuk disalami dan berada di tempat yang khusus.

Meskipun mendapat kesempatan memilih tempat yang dianggap paling strategis, baik Putut maupun Gora harus bersabar dan menahan lapar, menunggu kehadiran Paus beberapa jam ke depan. Keduanya tidak berbekal apa-apa, namun disadari itu merupakan risiko yang harus diambil untuk bersama-sama dengan ratusan ribu peziarah lain mengharap terjadinya mukjizat dapat bersalaman dengan Paus.

Pakaian Jawa

”Busana Jawa merupakan salah satu bentuk upaya mengambil perhatian Paus. Tadinya kami ingin membatalkan untuk mengenakan karena malam hari sebelumnya hujan deras mengguyur Roma. Namun karena sudah kepalang tanggung, kami tetap mengenakan busana Jawa,” tutur Gora.

Kehadiran Paus di publik langsung disambut tepuk tangan dan teriakan ”Papa Francesco” dari para peziarah. Tanpa mau meninggalkan momentum itu, Putut dan Gora juga meneriakkannya. Tiba-tiba Paus menengok kepada keduanya.

Paus seperti mengenal keduanya. Tangannya menunjukkan sesuatu dan matanya terus menatap Putut dan Gora. Paus terus berkeliling dan teriakan ”Papa Francesco” dari ratusan ribu peziarah tidak surut. Ketika kendaraan kebesaran berhenti di depan tribun setelah berkeliling, tiba-tiba Paus turun dan menghampiri mereka berdua.

”Sungguh kami merasa menjadi perhatian Paus. Tanpa menyia-nyiakan waktu, mas Putut mengeluarkan kertas yang harus ditandatangani Paus dan saya memberikan hadiah batik. Ketika Paus disodori kertas, beliau membaca sesaat dan kemudian menandatanganinya dengan spidol hijau yang kami siapkan. Dan, Paus memberkati bangsa Indonesia dan berharap bangsa Indonesia damai,” imbuh Gora penuh semangat.(bambang sk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here