Home Berita Melestarikan Budaya Lewat Lomba Kreasi Lagu Nusantara

Melestarikan Budaya Lewat Lomba Kreasi Lagu Nusantara

135
0
SHARE
Anon Suneko sebagai salah satu juri utama dalam LAMNCI. (tiras/juli)

YOGYAKARTA, tiras.co – Yayasan ATSANTI (Atma Nusvantara Jati), bersama Komunitas Seniman Nusantara, yang didukung oleh Dirjen Kebudayaan Kementrian Pendidikan Kebudayaan RI menyelenggarakan Lomba Aransemen Musik Nusantara Cinta Indonesia (LAMNCI) tahun 2020. Kali ini para peserta dari seluruh Indonesia ditantang mengaransemen lagu “Kolam Susu” ciptaan dari Yok Koeswoyo Koesplus menjadi garapan musik nusantara/daerah bernuansa baru dengan durasi 3 sampai 5 menit.

Ketua Yayasan ATSANTI, Nilo Wardhani dalam konferensi pers daring, Senin (14/9/2020) menyampaikan lomba tersebut bertujuan untuk meningkatkan rasa cinta tanah air kaum milenial lewat seni musik tradisional dan membuat musik tradisional sebagai tren baru dalam jagad musik Indonesia. Menurut dia, saat ini semua pihak memiliki tanggung jawab untuk mengenalkan musik tradisi tanpa merusak nilai luhur kenusantaraan.

“Sebagaimana diketahui, kita semua berkepentingan membuat musik tradisional dapat diterima oleh generasi milenial tanpa merusak nilai luhur dan keaslian musik Nusantara,” Katanya.

Sari Koeswoyo yang didapuk sebagai ketua panitia LAMNCI menyebutkan, Indonesia adalah kepingan surga yang berada di Khatulistiwa dangan kekayaan khasanah musik tradisional Nusantara yang sudah sangat dikenal. Menurut perempuan yang dikenal sebagai penyanyi cilik era 70-an ini ritme musik nusantara dipadu dengan kidung Koesplus yang jadi lagu sepanjang jaman, akan menjadi hal istimewa untuk dikulik lebih dalam.

“Saya mengajak semua yang memiliki talenta seni khususnya musik daerah atau tradisional untuk mengikuti lomba ini. Menarik sekali mengulik musik nusantara dan dimasukkan jadi aransemen baru lagu Kolam Susu. Harapan kami akan jadi seru dan memunculkan ide-ide menarik dari seluruh Indonesia,” ungkapnya.

Anon Suneko sebagai salah satu juri utama dalam LAMNCI menyampaikan ketentuan karya dalam lomba tersebut harus merupakan aransemen campuran yang mencakup dua unsur yaitu instrumen dan vokal (putra, putri maupun campuran) serta memuat unsur musik nusantara (daerah) minimal 70% (tujuh puluh persen) dari keseluruhan karya musik.

“Peserta mengirimkan rekaman video dengan format MP4 melalui link https://www.lamnci.id/ paling lambat tanggal 30 September pukul 23.59 WIB. Aspek penilaian dalam lomba kali ini akan mencakup orisinalitas, harmonisasi, dinamika, penyajian, kreativitas, inovasi, penguasaan instrumen/skill, serta proporsi unsur Nusantara dalam karya yang disampaikan,” tandas dia.

MELESTARIKAN BUDAYA

Sementara itu, Edi Irawan selaku Kapokja Apresiasi dan Literasi Musik – Dirjen Kebudayaan Kemendikbud RI, menyampaikan, melalui LAMNCI ini kita ingin memajukan Musik Indonesia. Kita semua perlu bergandengan tangan baik musisi, pencipta lagu, komposer, sudah saatnya semua maju. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui kegiatan seperti ini beserta rangkaiannya.

” Mari semua generasi muda, untuk mengikuti kegiatan cukup bergengsi. Bagi anak muda, mari buktikan kita mencintai musik Indonesia, juga ingin memajukan musik Indonesia, yang penuh dengan keberagaman dan keunikan yang dapat mengangkat harkat dan martabat bangsa ini ke dunia international.” Ungkapnya.

Dalam rangkaian LAMNCI 2020 ini, telah diselenggarakan Webinar Musik Nusantara pada Sabtu (13/12). Pada perbincangan daring yang diikuti puluhan partisipan tersebut, hadir sebagai narasumber Achmad Mahendra Direktur Perfilman, Musik dan Media Baru, Dirjen. Kebudayaan Kemendikbud RI, Gilang Ramadhan Juri Tamu LAMNCI dari Komunitas Karawitan Indonesia, Irwansyah Oemar Harahap ahli Musik Nusantara dari USU, serta dimoderatori oleh Danis Sugiyanto dari ISI Surakarta.(juli)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here