Home Berita Media Mainstream Lebih Dipercaya

Media Mainstream Lebih Dipercaya

152
0
SHARE
Rosarita Niken Widiastuti saat menyampaikan pidato. (tiras.co/ist)

JAKARTA, tiras.co – Masyarakat diimbau membaca media mainstream (arus utama) agar persatuan Indonesia terjaga. Karena itu, media mainstream perlu meningkatkan kepercayaan supaya masyarakat tidak berpaling ke media-media lain yang tidak terpercaya.

Sekjen Kemenkominfo, Rosarita Niken Widiastuti menilai peran media sangat penting dan strategis, apalagi sekarang ini kepercayaan publik kepada media terus meningkat dibandingkan kepercayaan publik terhadap medsos.

”Jika tidak ingin berita palsu atau hoax, baca media mainstream,” tandas Rosarita Niken Widiastuti di sela acara Buka Tahun Baru Bersama ke-15 Tahun 2020 Paguyuban Wartawan Katolik Indonesia (PWKI) di Lemhannas RI, Jakarta, Jumat (17/1).

Hasil Trust Barometer – sebuah lembaga internasional yang terpercaya, kepercayaan publik Indonesia terhadap medsos (-) 2, sedangkan kepercayaan publik terhadap media mainstream (+) 5. Hasil ini disebutnya merupakan kerja keras para pemred, wapemred, para jurnalis semua yang tidak kenal lelah dan waktu menyajikan berita-berita yang terferivikasi.

Ia mengharapkan sinergi atau kerja sama yang baik antara media atau para jurnalis dan pemerintah, kementerian, lembaga-lembaga untuk mendapatkan berita dan data-data yang benar.

Alasannya, media arus utama memiliki fungsi kontrol dengan memberikan klarifikasi atau sebagai pengecek fakta (fact checking) sekaligus pencerahan bagi masyarakat terhadap kebenaran suatu berita.

”Kita telah melewati masa-masa sulit pertarungan antara berita benar melawan berita hoax. Ini terkait dengan kondisi politik di Indonesia,” imbuhnya.

Hoaks

Niken menjelaskan pada Agustus 2018 hoaks beredar di Indonesia, baru sekitar 25 jenis. Namun setiap bulan bertambah sampai awal 2019, hoaks sudah berlipat ganda, menjadi sekitar 129 jenis. Tapi tahun politik 2019, mulai Agustus sampai Desember, hoaks yang beredar mencapai 4.041.

”Provokasi, ujaran kebencian, berkembang dengan pesat. Kita harus bersyukur Indonesia telah melewati masa-masa yang terberat, mungkin dalam 20 tahun terakhir,” ujarnya.

Ia menambahkan perubahan mendasar yang terjadi dalam era digital ditandai dengan maraknya media sosial. Semua orang atau masyarakat bisa menjadi wartawan, bisa menjadi pemilik media. Meskipun berbeda karakteristik dengan media arus utama, medsos dapat mempengaruhi masyarakat pembacanya dan berdampak pada dunia nyata.

Medsos bukanlah media arus utama yang berfungsi sebagai alat verifikasi kebenaran suatu berita. Karena itu, jangan heran jika tak terverifikasi medsos bisa memunculkan berita palsu, fake news, berita bohong, ujaran kebencian, hoax, provokasi, radikalisme, hingga terorisme. Informasi -informasi itu seolah dipercaya oleh masyarakat.(bambang sk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here