Home Berita Mahasiswa UGM Teliti Kaki Seribu untuk Obat Kanker Payudara

Mahasiswa UGM Teliti Kaki Seribu untuk Obat Kanker Payudara

487
0
SHARE

JOGJA, tiras.co – Kanker menjadi salah satu penyebab kematian cukup tinggi di Indonesia. Berbagai data menyebutkan kasus kematian akibat kanker di Indonesia pada tahun 2012 mencapai 8,2 juta orang. Kanker payudara menjadi kasus yang menempati posisi pertama dengan persentase 43,10 persen kasus baru dan 12,90 persen kasus kematian.

Pemerintah telah menguyapakan pengobatannya termasuk pada kanker payudara yang pengobatannya masih mengandalkan kemoterapi. Pola ini memiliki banyak kelemahan pada permasalahan resistensi, efek samping dan efikasinya sehingga perlu solusi lain untuk mengobatinya.

Melihat kondisi tersebut, tiga mahasiswa Farmasi UGM, Gemilang Sekar Hapsari, Alya Lulu’ah dan Firda Ridhayani mencoba meneliti dengan memanfaatkan salah satu hewan liar di daerah tertentu di Indonesia yaitu kaki seribu sebagai pengobatan kanker payudara.

“Dari studi literatur yang kami peroleh, kaki seribu memiliki kandungan para-benzoquinon yang diduga memiliki aktivitas antikanker. Kandungan senyawa para-benzoquinon dapat menyebabkan apoptosis atau kematian sel secara simultan,” papar Sekar.

Penelitian diawali dengan pengumpulan kaki seribu yang diperoleh di daerah Ajibarang, Banyumas. Selanjutnya, tim melakukan determinasi untuk mengetahui spesiesnya. Setelah itu dimaserasi dengan etanol 96 persen untuk mendapatkan ekstraknya.

Bukan pekerjaan mudah untuk mengidentisikasinya. Sekar dan teman-temannya mengidentifikasi senyawa melalui uji kromatografi lapis tipis. Adapun uji sitotoksisitas (MTT Assay) untuk mengetahui aspek biologisnya dan molecular docking berbasis komputer guna mengetahui interaksi senyawa yang diduga memiliki aktivitas antikanker untuk berikatan secara molekuler dengan protein.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kaki seribu (EKS) mengandung senyawa benzoquinon. Hasil ekstrak kaki seribu memiliki kadar penghambatan 50 persen pada sel penyebab kanker payudara.

“Diketahui pula kaki seribu tidak toksik terhadap sel kanker payudara dan senyawa benzoquinon pada kaki seribu mampu berinteraksi dengan native ligand untuk berikatan pada enzim,”imbuh Firda yang selanjutnya menyimpulkan kaki seribu dengan kandungan benzoquinon berpotensi sebagai agen kemoprevensi pada pengobatan kanker payudara tertarget.

yudhistira

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here