Home Berita Mahasiswa KKN Tematik UMY Diterjunkan Awasi Pemilu

Mahasiswa KKN Tematik UMY Diterjunkan Awasi Pemilu

412
0
SHARE

JOGJA, tiras.co – Komisioner Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) DI Yogyakarta Muh. Amir Nashiruddin mengatakan, penyelenggaraan pemilu sangat berpotensi mendapat gangguan dari banyak hal. Mulai dari penyelenggara pemilu yang tidak netral, praktik politik uang dari peserta pemilu, baik legislatif maupun capres-cawapres, dan kurangnya kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi.

“Banyak sekali faktor yang bisa menjadikan pemilu terganggu. Sikap keberpihakan dari orang yang menyelenggarakan pemilu kepada salah satu peserta pemilu juga rawan terjadi, menyebabkan kecurangan pada Tempat Pemungutan Suara (TPS),” ingatnya saat berbicara pada Pembekalan dan Penerjunan KKN Tematik Pengawasan Pemilu 2019 Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Acara yang diselenggarakan Lembaga Penelitian, Publikasi & Pengabdian Masyarakat UMY (LP3M UMY) ini dilangsungkan di ruang sidang kampus setempat, Rabu (20/03/2019).

Menurutnya, lewat bagi – bagi uang dari tim kampanye salah satu calon, itu menyebabkan bertambah buruknya pemilu. Ia tidak menampik adanya oknum-oknum dari penyelenggara pemilu yang melakukan kecurangan, seperti memakai surat suara cadangan untuk dimasukkan dalam kotak suara. Ada juga pemilih yang bertindak curang dengan memilih lebih dari satu kali. Untuk itu, Bawaslu mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mengawal dan mengawasi jalannya pemilu serentak yang akan dilaksanakan pada April 2019 mendatang. “Partisipasi masyarakat dalam pengawasan pemilu dapat berwujud pencegahan, pengawasan, pemberian informasi, pelaporan dan saksi,” katanya.

Pada Pemilu 2019 ini juga terdapat isu yang menjadi perhatian berbagai lapisan masyarakat dan lembaga penyelenggara serta pengawas pemilu. Yaitu, politisasi suku, agama, ras dan antargolongan (SARA), validitas data pemilih, kampanye hitam, politik uang, tahapan pemilu, dan netralitas ASN, TNI dan Polri.

Guna mendukung terlaksananya pemilu yang aman, damai, dan bersih. UMY berkomitmen untuk turut aktif dalam pengawasan pemilu. Dengan mengirimkan sebanyak 186 mahasiswa yang akan disebar pada 22 desa, di 18 kecamatan yang ada di kabupaten/kota se-DIY. Mereka diterjunkan ke tenah masyarakat mulai 25 Maret- 24 April 2019, guna mendukung kelancaran pemilu legislatif dan capres-cawapres 2019.

Wakil Rektor Bidang Akademik Dr Ir Sukamta mengharapkan para mahasiswa yang mengikuti program KKN relawan pemilu bisa mengambil segala hal positif, karena mereka telah terlibat langsung dalam pelaksanaan pesta demokrasi. Selain itu dipesankan untuk memiliki pendirian yang teguh dan tidak terbawa arus politik yang buruk. bambang sk

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here