Home Senggang Luar Biasa…! Cegah Sampah, Parit Disulap Jadi Kolam Ikan

Luar Biasa…! Cegah Sampah, Parit Disulap Jadi Kolam Ikan

2364
0
SHARE

BERKUNJUNG ke Desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri, Bantul, kiranya kita tidak hanya bisa berkunjung ke Makam Raja-raja, maupun pasar burung di sana.

Selain menikmati keuletan dan membeli hasil kerajinan perajin tata sunging wayang, kita juga bisa mendapatkan souvenir batik tulis yang sudah terkenal di sana.Tentu saja, tak lupa, sambil menikmati wedah uwuh (sampah) dari daun-daun yang berjatuhan dari pohon di sekitar makam raja.

Nah, sekarang tamu di yang berkunjung di Desa Wukirsari bisa menikmati obyek wisata baru yang sejak Mei lalu dikembangkan Kelompok Pemuda Tansah Bejo RT 04.

Pemuda di sana berinisiatif menjadikan saluran irigasi yang bersumber dari Sungai Opak yang sebelumnya penuh dengan sampah rumah tangga menjadi sebuah kolam yang dipenuhi ribuan ikan.

Obyek ini sekarang mulai ramai dikunjungi, terutama setelah diviralkan di media sosial, sebagai parit kolam ikan yang mirip dengan di Jepang.

Ditemui salah satu anggota Kelompok Pemuda Tansah Bejo Arif Irwansyah pada Senin (10/9/2017), menceritakan kehadiran kolam ikan ini berasal dari dari keprihatian pemuda dan sesepuh desa akan banyaknya sampah yang dibuang di sungai.

“Segala macam sampah, sampah rumah tangga dibuang seenaknya di sungai dan jumlahnya jika dijadikan satu mencapai dua karung per hari. Terlebih ini adalah irigasi utama areal persawahan dan letaknya persis di tengah desa, pemandangan sungai penuh sampah sangat menganggu,” jelas Arif.

Kesepakatan Bersama

Dalam rapat rutin lima bulan lalu, akhirnya dicetuskan untuk menjadikan saluran irigasi sepanjang 100 meter dan lebar 120 cm ini sebagai kolam ikan untuk menggugah kesadaran warga untuk tidak lagi membuang sampah ke sungai.

Disepakati untuk mencegah sampah masuk ke kolam dari arah hulu dibuatkan kincir berbahan besi dan kawat. Sedangkan di hilir, jaring dari kawat dan besi dipasang untuk mencegah ikan terbawa aliran air.

“Kami pertama menebar 5.000 benih ikan yang dibelikan dari uang kas kelompok. Kemudian Agustus lalu Pemkab Bantul membantu 3.000 benih ikan lagi. Sebagian besar yang kita pelihara adalah nila,” lanjut Irwan.

Adapun Pembina Kelompok Pemuda Tansah Bejo Mutohar, menjelaskan sejak dijadikan dijadikan kolam ikan, kesadaran masyarakat akan mengelola sampah meningkat lambat laun.

“Sebagai bukti, sekarang sampah terjaring di kincir hanya saat ini hanya mencapai satu karung seminggu. Kehadiran kolam ini melahirkan kesadaran masyarakat soal sampah dengan sendirinya. Kami tidak ingin mengingatkan takut terjadi kesinggungan,” jelasnya.

Tidak hanya di kalangan warga Tansah Bejo saja yang tergugah, kesadaran warga Dusun Sindet, Wukirsari, Imogiri dan Dusun Sindet, Trimulyo, Jetis yang berada di hulu juga meningkat.

Disinggung mengenai kendala, Mutohar mengatakan ketersediaan air lah yang pertama kali muncul. Akhirnya disepakati penggerukan irigasi sebagai solusi yang tepat. Jika sebelumnya hanya berkedalaman 25-30 cm, saat pasokan air banyak. Namun sekarang dengan kedalaman lebih dari 50 cm, kondisi air tidak menjadi masalah meskipun pasokan sedikit.

Baik Arif maupun Mutohar tidak bakal mengira, ide sederhana mereka mampu memberi penghasilan tambahan bagi warga. Sekarang, kolam irigasi ini banyak dikunjungi.

“Gratis bagi siapa saja yang ingin berkunjung. Kami juga sediakan pakan ikan seharga Rp1.000 untuk berat dua ons. Itupun kami bebaskan pengunjung ambil sendiri dan bayar sendiri,” lanjut bapak empat anak ini.

Yang lebih membahagiakan lagi, ternyata ide mengatasi pembuangan sampah sembarang sungai ini juga akan ditiru oleh RT 03 (sisi atas) dan RT 05 (sisi bawah) RT 04. Sehingga semuanya nanti jadi, maka panjang total kolam irigasi ini mencapai 500 meter.

kukuh s/tiras.co

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here