Home Tekno Laboratorium Pasca Panen Peternakan UGM Diresmikan

Laboratorium Pasca Panen Peternakan UGM Diresmikan

1258
0
SHARE
Laboratorium
DIRESMIKAN: Laboratorium pasca panen peternakan (Lab PPP) di kawasan Agro Science Techno Park PIAT UGM, Desa Madurejo, Prambanan, Sleman-DIY yang baru diresmikan. (tiras.co/bambang sk)

JOGJA, tiras.co – Laboratorium pasca panen peternakan (Laboratorium PPP) di kawasan Agro Science Techno Park PIAT UGM, Desa Madurejo, Prambanan, Sleman-DIY, diresmikan, Senin (18/12/2017). Laboratorium pengolahan pascapenen dan rumah potong ayam ini merupakan hasil kerja sama Direktorat Pengembangan Usaha dan Inkubasi UGM, PIAT UGM dan PT Ciomas Adisatwa.

Peresmian ditandai dengan penandatangan prasasti dan pembukaan selubung papan nama kantor oleh Rektor UGM Prof Ir Panut Mulyono bersama Bupati Sleman Sri Purnomo dan Direktur PT Ciomas Adisatwa drh Widihartomo Tri Kuncoro.

Dalam kesempatan itu Rektor Panut berharap pengembangan kampus berbasis pabrik ini nantinya sebagai tempat pembelajaran bagi mahasiswa dan peneliti.Sehingga terbentuk desain pembelajaran berbasis kompetensi yang melahirkan lulusan berkualias. “Mahasiswa bisa mengikuti program magang di sini dan mengetahui secara langsung proses pengolahan pascapanen industri peternakan,” kata Rektor UGM.

Mahasiswa, lanjut Panut, juga bisa melihat langsung dan menerapkan ilmunya, sehingga ketika lulus nanti sudah siap dan mampu bersaing. Laboratorium ini diharapkan bukan hanya menjadi wahana pengembangan riset dan pembelajaran. Namun lebih dari itu merupakan komitmen UGM untuk mendukung kebijakan pemerintah dalamrmerelalisasikan program ketahanan dan keamanan pangan.

Laboratorium pengolahan pasca panen karkas daging ayam ini menempati area seluas 14.527 meter persegi. Difungsikan sebagai rumah potong ayam berkapasitas produksi 28 ribu ekor per hari, dengan memilili ruang penyimpanan 200 ton. Pembangunan menelan dana Rp 35 miliar. Untuk kegiatanproduksi sehari-hari akan dikelola PT Ciomas Adisatwa, sementara sivitas akademika UGM berkesempatan mengikuti program magang dan riset di laboratorium ini.

Pengoperasian laboratorium tersebut bisa mendukung kegiatan akademik dan riset bagi mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan dan Fakultas Peteranakan UGM. “Kita harapkan lab ini mendukung akademik yang ada hubungannya dengan industri,” kata Prof Panut.

Bagi masyarakat peternak, Rektor berharap akan tumbuh mitra kelompok usaha peternakan ayam yang bisa menjual hasil produk ayam hidupnya ke laboratorium ini. “Kita harapkan akan tumbuhnya plasma peternakan di masyarakat terkait proses penyembelihan dan pengolahan produk ayam yang berintegrasi di laboratorium ini,” katanya.

Direktur Widihartomo mengatakan laboratorium yang dibangun di area Agrosciece PIAT UGM ini bisa meningkatkan keterampilan mahasiswa sehingga ketika lulus makin berkualitas dan terampil serta berpengalaman, “Kita harapkan lulusan dari FKH dan Peternakan menjadi siap pakai,” katanya.

Laboratorium pengolahan daging ayam milik UGM ini merupakan laboratorium rumah potong ayam ke-16 yang sudah dibangun Perusahaan JAPFA. Widihartomo mengharapkan laboratorium ini dari sisi bisnis bisa berkembang secara mandiri, sedangkan masyarakat sekitar bisa bermitra dengan laboratorium tersebut.

bambang sk

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here