HomeKulit Nangka Atasi Bau Helm

Kulit Nangka Atasi Bau Helm

Author

Date

Category

JOGJA, tiras.co – Kulit kepala, bagian tubuh yang dapat mengeluarkan keringat. Hal ini mengakibatkan helm berbau dan menjadi tempat tumbuh bakteri, jamur. Perubahan cuaca dengan peningkatan suhu tidak menentu memicu pengeluaran keringat dengan frekuensi dan jumlah berlebihan. Pengeluaran keringat dalam jumlah banyak meningkatkan mekanisme penguapan keringat sehingga berdampak pada peningkatan kelembaban.
Bau dan bercak kusam pada helm dapat mengganggu konsentrasi saat berkendara dan rasa kepercayaan diri. Banyak terdapat bakteri Staphylococcus aereus, Staphylococcus epidermidis, dan jamur Aspergillus fumigatus pada helm yang bau dan kusam. Pada saat ini telah banyak produsen yang mencoba menawarkan produk untuk mengatasi helm bau dan kusam berbentuk spray dan gas. Namun produk tersebut memiliki kelemahan pada aspek harga yang tergolong mahal dan penggunaan yang tidak efisien.
”Selain aspek harga, produk tersebut juga tidak tahan lama dalam mengatasi bau helm yang mengganggu. Karena itu kami membuat penelitian sekaligus menjadikan produk spray anti bau helm dan kusam yang memanfaatkan kulit buah nangka dan bakteri Bacillus subtilis sebagai bahan baku utama,” ungkap mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta, Aditia Pramudia Sunandar.
Ia bersama Rahmanisa Laila Fitri dari Prodi Pendidikan Biologi, Asmi Aris dari Pendidikan Kimia, Muhammad Abdurrahman Mukhlis dari Akuntansi serta Putri Matsya Sabilla dari Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia melakukan penelitian memanfaatkan kulit nangka. Mereka menamai produknya Artocarpus Automotive Spray atau Artoray.

Sumber Selulosa
Menurut Aditia, kulit nangka menjadi salah satu sumber selulosa bagi bakteri Bacillus subtilis agar dapat tumbuh dan berkembang. Kulit nangka mengandung sejumlah besar sellulosa, pektin, protein dan pati. Kulit nangka mengandung selulosa yang bisa dibuat biospray dipadukan dengan bakteri Bacillus subtilis.
”Selain itu limbah kulit nangka banyak tersedia dan belum dimanfaatkan secara maksimal sehingga dengan adanya Artoray dapat mengurangi limbahnya. Penggunaan antibakteri dan antijamur alami saat ini sedang digencarkan karena efektif dan tidak menggunakan biaya yang banyak, salah satunya bakteri probiotik,” paparnya.
Rahmanisa menambahkan bakteri probiotik dapat menghasilkan senyawa antibakteri dan antjamur untuk melawan organisme penyebab timbulnya bau pada helm. Bacillus subtilis merupakan salah satu bakteri probiotik komersial yang sering digunakan sebagai agen antibakteri. Bakteri ini dapat mencerna selulosa untuk dijadikan sumber energi dalam pertumbuhannya.
Bahan utama yang digunakan produk mahasiswa tersebut kulit buah nangka yang diekstrak. Caranya kulit nangka dikeringkan dengan cara dijemur selama tiga hari, lalu direndam dengan etanol 98 persen dalam wadah tertutup aluminium foil selama tiga hari kemudian disaring. Hasilnya, filtrat 1 dan ampas 1. Ampas 1 diberi etanol 98 persen lalu ditutup dalam aluminium foil selama dua hari. Langkah selanjutnya, dikeringkan dan dicampur dengan filtrat 1. Campuran lalu dievaporasi pada suhu 600 derajat Celcius dengan vacuum evaporator dan diupakan dengan waterbath, akhirnya diperoleh ekstrak kulit nangka.
Pembuatan Artoray diawali dengan melarutkan 10 persen ekstrak kulit nangka pada air yang dipanaskan bersuhu 500 derajat Celcius. Tambahkan etanol, mentol, essential oil, Na-metabisulfit dan diaduk secara kontinyu. Tambahkan propilen glikol sedikit demi sedikit lalu kemas dalam botol dan ditutup plastik. Produk yang siap dipasarkan ini meraih dana Dikti dalam Program Kreativitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan tahun 2020.
yudhistira

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Linda Barbara

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Vestibulum imperdiet massa at dignissim gravida. Vivamus vestibulum odio eget eros accumsan, ut dignissim sapien gravida. Vivamus eu sem vitae dui.

Recent posts

Recent comments