Home Berita KSP Tinjau Tol Layang Jakarta Cikampek II

KSP Tinjau Tol Layang Jakarta Cikampek II

225
0
SHARE
Pengerjaan jalan tol terus dikebut agar selesai pada waktunya. (tiras.co/dok KSP)

JAKARTA, tiras.co – Uji coba pengoperasian jalan tol Cikampek II elevated untuk kendaraan umum pada Desember 2019 bakal mengakhiri keruwetan lalu-lintas di tol Cikampek, khususnya pada libur Lebaran, Natal, Tahun Baru dan hari libur nasional.

Perjalanan ke arah timur serta Jakarta-Bandung diprediksi lebih cepat dan memangkas waktu tempuh setengah sampai satu jam.

Hal tersebut terungkap saat Tim Kedeputian I dan Kedeputian IV Kantor Staf Presiden di bawah koordinator Tenaga Ahli Utama Febry Calvin Telelepta melihat langsung perkembangan tahap akhir penyelesaian Tol Jakarta Cikampek II elevated di kawasan simpang susun Cikunir dan kilometer 17, Bekasi.

Senior Vice President PT Waskita Karya (Persero) Tbk, Dono Parwoto di depan tim menjelaskan jalan tersebut dibangun dalam waktu dua setengah tahun.

Pengerjaan tol layang ini seperti mengulang cerita legenda Bandung Bondowoso saat mendirikan Candi Prambanan.

Jika melihat skala dan tantangan yang menghadang, penyelesaian tol sepanjang 38 kilometer bisa dibilang cepat tanpa sedikitpun meninggalkan mutu konstruksi.

”Nantinya para pengendara bisa langsung masuk tol layang di simpang susun Cikunir dari manapun berasal, tol Cawang, Jatiasih dan Cakung,” ujar Dono.

Uji Beban

Kini pengerjaan sudah mencapai 98 persen dan tinggal uji beban. Namun justru di bagian ini perlu kecermatan ekstra. Meskipun sisa dua persen harus hati-hati karena menyangkut keselamatan dan kenyamanan berkendara.

Direktur Utama PT Jasa Marga Jalan Layang Cikampek, Djoko Dwijono berterimakasih pada Kantor Staf Presiden yang telah membantu berbagai kendala di lapangan seperti penambahan tiang listrik tegangan tinggi di kilometer 17 yang sempat terhambat.

Menurutnya tantangan pembangunan tol layang Cikunir-Karawang Barat luar biasa. Salah satunya konstruksi berada di atas jalan tol yang paling sibuk di Indonesia.

Berbagai bentangan jembatan sepanjang 60 meter hingga 120 meter membelah jalan arteri yang tak pernah tidur selama 24 jam.

Belum lagi kerumitan di simpang susun Cikunir, apalagi pada saat bersamaan juga dikerjakan konstruksi kereta ringan dan jalur kereta cepat.

”Khusus untuk uji beban sudah dilakukan di tiga lokasi, dari minimal 10-14 titik dan rencananya Oktober ini selesai,” ungkap General Superintendent Tol Laying Japek II, Fathor Rozaq.(bram)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here