Home Berita Ketua DPR: Ada Skenario Besar Kacaukan Indonesia

Ketua DPR: Ada Skenario Besar Kacaukan Indonesia

488
0
SHARE

JOGJA, tiras.co – Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mengungkapkan ada skenario besar mengadu domba dan mengacaukan Indonesia. Hal itu terlihat dari kejadian-kejadian yang bernuansa SARA yakni penyerangan tokoh agama.

“Saya sudah minta Polri dan TNI untuk menguak, membongkar grand design dari kekuatan tak terlihat yang berusaha mengadu domba bangsa Indonesia,” tandasnya di sela-sela peluncuran buku Ahmad Syafii Maarif sebagai Seorang Jurnalis di Hotel Grand Quality.

Ia menduga berbagai peristiwa merupakan skenario karena sepertinya terstruktur dan terorganisir. Wakil rakyat beberapa waktu lalu sudah berbicara dengan Polri, TNI dan lembaga intelijen negara supaya membongkar otak di balik kejadian-kejadian yang meresahkan dan berusaha mengoyak perdamaian di Indonesia.

Harapannya, berbagai peristiwa yang bernuansa SARA itu tidak mengganggu pesta demokrasi yang sebentar lagi berlangsung. Ia juga minta masyarakat tidak terprovokasi atas ulah orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Pada kesempatan tersebut Bambang menyampaikan pula masih ada pihak-pihak yang belum mau menerima kenyataan politik sehingga mengakibatkan pertentangan. Harusnya segala persoalan terkait perbedaan sudah selesai namun karena ada yang tak bisa menerima kenyataan akibatnya terjadi kondisi seperti sekarang.

Dalam situasi yang disebutnya sebagai kegalauan nasional, ia menyebut sosok Ahmad Syafii Maarif atau yang kerap disapa Buya, sangat diperlukan. Masyarakat mengenalnya sebagai cendikiawan, pemikir, guru bangsa yang selalu berani menyuarakan kebenaran.

“Buya memberi ketenangan, bahkan ketika terjadi penyerangan tokoh agama di Jogja beberapa waktu lalu, beliau langsung ke lokasi untuk memperlihatkan sikapnya sekaligus memberi suasana kodusif tak hanya di tempat kejadian namun ke seluruh rakyat Indonesia,” papar Bambang.

Buya mengatakan sikapnya tersebut dilandasi kecintaan pada Indonesia. Besarnya cinta pada bangsa dan negara membuat dirinya selalu bersuara lantang. Ia ingin bangsa Indonesia menjadi bangsa yang beradab seperti yang dicita-citakan pendiri Muhammadiyah, KH Ahmad Dahlan.

Ia tegaskan, Ahmad Dahlan melalui Muhammadiyah ingin menciptakan manusia yang merdeka seutuhnya. Merdeka dalam sikap dan pemikiran. Sehingga meskipun berbeda pandangan bahkan berbeda aliran politik tetapi secara pribadi tetap menjalin hubungan baik. Ini yang tidak ditemuinya pada zaman sekarang.

“Dulu politisi bisa menjadi negarawan, nah sekarang harusnya juga begitu, jangan terus-menerus jadi politisi tapi naik kelaslah jadi negarawan seperti para negara ini dulu,” pintanya disambut tepuk tangan yang hadir dalam peluncuran bukunya.

yudhistira

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here