Home Berita Kesehatan Mental di Tengah Pandemi

Kesehatan Mental di Tengah Pandemi

32
0
SHARE
dr ronny
Ronny Tri Wirasto/Ist

JOGJA, tiras.co – Pandemi Covid-19 memunculkan persoalan baru pada kesehatan mental masyarakat. Pakar Kesehatan Jiwa UGM, Dr dr Ronny Tri Wirasto SpKj mengungkapkan ada tiga persoalan besar kesehatan mental yang muncul di tengah wabah virus corona.
Pertama, pembatasan sosial atau social distancing dan kecenderungan mental yang rentan hingga rentan terjadi kekerasan dalam keluarga.
Pembatasan sosial berpengaruh pada kesehatan mental sebab manusia harus beradaptasi dengan kebiasaan baru. Jika sebelum pandemi terbiasa berinteraksi langsung dengan orang lain, tetapi situasi saat ini menyebabkan seseorang tiba-tiba harus membatasi melakukan interaksi secara langsung.
Situasi ini bukanlah hal yang mudah, terlebih di tengah suasana yang penuh dengan ketidakpastian memunculkan rasa cemas, khawatir, ketakutan, stres, hingga depresi. Dengan kata lain kondisi mental menjadi lebih rentan atau labil. Keadaan itu tak jarang memicu perilaku kekerasan di dalam keluarga.
Kedua, pandemi menjadikan penggunaan internet meningkat. Kebijakan pembatasan sosial membuat internet sebagai bagian penting dalam aktivitas masyarakat hingga menimbulkan adiksi/kecanduan.
Ia menyampaikan perilaku adiksi internet salah satunya karena seseorang mencari informasi terkait Covid-19. Selain adiksi terhadap internet, masalah ketiga di masa pandemi juga memunculkan fenomena kecanduan pada game online.
Kondisi yang memaksa harus banyak beraktivitas di rumah menjadikan waktu untuk menyalurkan hobi bermain game online menjadi lebih banyak.

Kelelahan Mental
“Bahayanya kalau ini berlangsung terus-menerus bisa mengakibatkan kelelahan, over atensi atau perhatian berlebihan terhadap sesuatu, dan menurunnya kesadaran terhadap stimulasi sekitar,” ujar Ketua Prodi Pendidikan Spesialis Ilmu Kedokteran Jiwa FKKMK UGM tersebut.
Selain ketiga masalah tersebut, kerentanan mental pada pasien yang telah sembuh dari Covid-19 juga menjadi persoalan besar dalam kesehatan mental. Hal itu terjadi karena masih ada stigma atau pelabelan pada pasien di masyarakat. Stigma di masyarakat ini menjadikan pasien yang sembuh dari Covid-19 memiliki kekhawatiran yang lebih tinggi dibandingkan saat belum terpapar Covid-19.
Melihat masih banyaknya persoalan kesehatan mental di masyarakat, Ronny mengimbau setiap individu dan masyarakat untuk menciptakan suasana yang ramah dan penuh kasih bagi sekitar. Pasalnya, hingga saat ini perilaku berlebihan menjadi persoalan mental yang menonjol meskipun hal tersebut tidak disadari masyarakat.
Agung PW

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here